KH. Ad Daelami: "Berjuanglah untuk Jam'iyyah Persatuan Islam"

oleh Muslim Nurdin

29 Juni 2026 | 12:52

KH. Ad Daelami: Berjuanglah untuk Jam'iyyah Persatuan Islam

Sapeken, persis.or.id — Ahad, 13 Muharam 1448 H menjadi puncak rangkaian kegiatan Haflah Takharruj Akhir Sanah Pesantren Persatuan Islam 95 Abu Hurairah, Sapeken. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari wisuda angkatan ke-44 dan ke-45 bagi jenjang SDIT dan Muallimin.


Dalam kegiatan Haflah Takharruj tersebut, Rais Majelis Syura PPI 95 Abu Hurairah, KH. Ad Daelami Abu Hurairah, menyampaikan sejumlah amanah, khususnya kepada para wisudawan dan wisudawati, serta kepada seluruh peserta yang hadir.


Pertama, beliau mengajak para lulusan untuk terus berjuang menegakkan kedaulatan Al-Qur'an dan As-Sunnah.


"Anak-anakku, berjuanglah kalian dalam Jam'iyyah Persatuan Islam. Ingat, Persatuan Islam."


Kedua, beliau berpesan agar senantiasa memelihara salat berjamaah di masjid.


"Pusatkan kegiatan-kegiatan kalian di masjid, bukan di pasar atau tempat-tempat lainnya."


Ketiga, beliau mendorong para lulusan agar tampil di garda terdepan dalam gerakan dakwah sebagai perintis perjuangan jihadiyah, meskipun harus menghadapi berbagai tantangan, bahkan mempertaruhkan jiwa dan raga.


Keempat, beliau mengingatkan pentingnya menghidupkan kembali pesantren yang telah mendidik dan membina mereka.


"Hidupkan pesantren yang telah menghidupkan kalian, karena inilah dapur tarbiyah jihadiyah."


Kelima, beliau berpesan agar setiap lulusan memastikan dirinya tetap berada dalam barisan Jundullah.


"Pastikan dirimu berada dalam barisan Jundullah, karena perpisahan kami dengan engkau hanyalah sebatas pintu gerbang."


Pembacaan amanah tersebut seolah menyihir seluruh peserta, terutama para wisudawan, wisudawati, dan alumni yang hadir dari berbagai pulau di sekitar Sapeken. Berdasarkan pantauan kontributor persis.or.id di lapangan, seluruh hadirin menyimak setiap amanah yang disampaikan dengan penuh kekhidmatan. []

BACA JUGA:

Rombongan PP PERSIS Disambut Hangat di Sapeken Setelah Penantian Panjang

Reporter: Muslim Nurdin Editor: Taufik Ginanjar