Kabupaten Bandung, persis.or.id – Musyawarah Kerja (Musker) II Pimpinan Cabang Persatuan Islam (PERSIS) Banjaran telah digelar di Kantor Bersama PC PERSIS Banjaran, Ahad (26/4/2026).
Dalam forum ini, para peserta musyawarah telah membahas evaluasi program, penguatan struktur organisasi, dan strategi peningkatan jumlah anggota jamaah.
Acara dibuka oleh Sekretaris Pimpinan Daerah (PD) PERSIS Kabupaten Bandung, Yosef Saeful Azhar, S.Pd.I. Dalam sambutannya, Ia menekankan pentingnya berjamaah sebagai fondasi dakwah.
“Berjamaah itu cara kita memelihara eksistensi dakwah, membangun sinergi implementasi, dan mengambil ibrah dari setiap dinamika,” katanya.
Kemudian, Ustadz Kurniawan Nurdin menyampaikan taujih kejam’iyahan, yang menyoroti rencana jihad jam’iyah ke depan.
Isi utama taujih tersebut meliputi penguatan struktur hingga tingkat jamaah, penambahan anggota secara terukur, dan perluasan peran organisasi di masyarakat.
Ketua PC PERSIS Banjaran, H. D. Pandi, menyatakan bahwa pengembangan jamaah menjadi keharusan mengingat jumlah anggota masih terbatas dibanding dengan populasi setempat.
Meski begitu, Ia mengingatkan agar organisasi tidak kehilangan orientasi. “Dengan data yang kita miliki, tidak perlu kecil hati dengan jumlah yang kecil. Mudah-mudahan menjadi ragi,” katanya.
Kemudian terdapat sesi tanggapan peserta yang menyoroti penguatan koordinasi cabang-jamaah, pembinaan kader, dan juga program unggulan yang jelas.
Peserta juga mendorong evaluasi langsung ke jamaah terkait sarana ibadah, pendidikan, dan dakwah.
Selain itu, ada juga apresiasi terkaitdakwah rutin yang konsisten, inisiatif pemberdayaan ekonomi jamaah, serta rekrutmen melalui aktivitas masyarakat.
Melihat hal tersebut, H. D. Pandi menyatakan bahwa semua usulan akan menjadi perhatian. “Semangat ini tidak bisa direalisasikan oleh perorangan, tetapi harus menjadi semangat kolektif,” tegasnya.
Musker II PC PERSIS Banjaran ditutup pukul 14.11 WIB dengan pembacaan Surat Keputusan program jihad tahun kedua.
[]
Kontributor: Acil
BACA JUGA:Tafhim PERSIS Banjaran: Tanamkan Militansi sebagai Ruh Perjuangan