Tausiyah Subuh di Merauke, Ketum PERSIS Tekankan Makna Persaudaraan Lintas Suku dan Agama

oleh Henri Lukmanul Hakim

•

28 Oktober 2026 | 08:57

Suasana tausiyah Subuh di Masjid Nurul Huda, Spadem, Merauke, Papua Selatan, oleh Ketua Umum PP PERSIS.

Sebagai lokasi tausiyah subuh, Masjid Nurul Huda yang berada di kawasan Spadem juga menyimpan sejarah perkembangan Islam di Merauke.


Masjid yang didirikan pada 1939 sebelum Indonesia merdeka tersebut telah melalui tiga fase pembangunan, dan disebut pernah terkena bom pada masa penjajahan Belanda. Pewakafnya adalah Kery, seorang dokter asal Solo.


Perkembangan masyarakat Muslim di Merauke tidak terlepas dari kedatangan para perantau dari berbagai daerah di Nusantara. Mereka datang untuk menjalankan tugas negara, mencari pekerjaan, maupun berdakwah dan mengembangkan ajaran Islam.


Melalui tausiyah tersebut, Ustaz Jeje mengingatkan pentingnya menjaga persaudaraan dalam kehidupan sehari-hari.


"Perbedaan latar belakang tidak semestinya menjadi penghalang untuk saling membantu, tetapi menjadi dasar untuk membangun kehidupan yang harmonis dan memperkuat persatuan bangsa," tandasnya.


[]

BACA JUGA:

Silaturahmi dengan PP PERSIS, Ustaz Luqman Umar: Mualaf di Papua Butuh Pembinaan, Bukan Sekadar Syahadat