Youth Civilization Summit 2026 dan Muskernas I, Langkah Pemuda PERSIS Bangun Peradaban

oleh M Aditya Ramadan

12 September 2026 | 19:38

Para narasumber dalam kegiatan Youth Civilization Summit 2026 PP Pemuda PERSIS.

Bandung, persis.or.id — Youth Civilization Summit 2026 menjadi salah satu agenda dalam kegiatan Musyawarah Kerja Nasional (Muskernas) I Pimpinan Pusat (PP) Pemuda Persatuan Islam (PERSIS) Masa Jihad 2026–2031 pada Sabtu, 12 September 2026, di Gedung Merdeka, Bandung.


Mengusung tema “Transformasi Gerakan Membangun Episentrum Dakwah Peradaban”, kegiatan ini menjadi momentum konsolidasi nasional dan penyusunan arah gerakan Pemuda PERSIS.


Ketua Umum PP Pemuda PERSIS, Hilman Rasyid, M.Pd., menegaskan pentingnya pembaruan gerakan agar Pemuda PERSIS tetap relevan dalam menghadapi perubahan zaman. “Kita dituntut menghadirkan pembaruan yang menyeluruh dan presisi untuk menjawab tantangan zaman,” ujarnya.


Karenanya, kegiatan Youth Civilization Summit 2026 menghadirkan sejumlah tokoh untuk membahas kepemimpinan, kebangsaan, ilmu pengetahuan, dan peradaban.


Sebagai salah satu narasumber, Wakil Menteri Dalam Negeri RI, Dr. Bima Arya Sugiarto, S.I.P., M.A., mengingatkan pentingnya memandang masa depan dengan sains tanpa meninggalkan hikmah sejarah, adab, dan keimanan.


“Kita harus menatap masa depan dengan sains, tetapi kita juga harus belajar dari hikmah sejarah. Adab dan keimanan harus berada di atas ilmu pengetahuan,” tutur Bima Arya.


Kemudian, Ketua Umum PP PERSIS, Dr. KH. Jeje Zaenudin, M.Ag., menekankan bahwa kekuatan utama jam’iyyah terletak pada kemampuannya mencetak manusia yang menjadi episentrum perubahan.


“Kebanggaan terbesar kita adalah ketika Pemuda PERSIS fokus mencetak manusia yang beriman, berilmu, berkarakter, dan siap memimpin peradaban,” tegasnya.


Sementara itu, Ketua Dewan Hisbah PP PERSIS, K.H. Zae Nandang, mengingatkan pentingnya ilmu dalam menjalankan perjuangan. “Jihad tanpa ilmu hanya akan memicu benturan di tengah jalan,” ungkapnya.


Pada bidang ekonomi, Ketua Badan Usaha Milik Jam’iyyah (BUMJ) PP PERSIS, H. Fajar Sulaiman, S.E., M.B.A., mendorong penguatan jaringan jamaah dan investor sebagai bagian dari kemandirian ekonomi umat.


“Kita perlu mengkoneksikan jaringan jamaah yang loyal dengan investor untuk membangun kekuatan ekonomi bersama,” jelasnya.


Pandangan tersebut diperkuat Ketua Bidang UMKM HIPPI, Irwansyah Kamaludin, yang menekankan pentingnya profesi yang berlandaskan takwa dan memberi manfaat kepada masyarakat.


“Semua profesi itu mulia di hadapan Allah selama berlandaskan takwa dan memberikan manfaat yang luas bagi sesama,” tuturnya.


Closing Ceremony


Pada closing ceremony, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Prof. Atip Latipulhayat, S.H., LL.M., Ph.D., menegaskan bahwa kualitas pemuda hari ini akan menentukan wajah jam’iyyah pada masa mendatang.


Oleh karena itu, Ia mendorong Pemuda PERSIS untuk membangun kepercayaan diri yang ditopang kemampuan dan kapabilitas nyata.


“Wajah dan masa depan jam'iyyah sepuluh tahun yang akan datang ditentukan oleh pemudanya hari ini. Dari sekarang, hadirkanlah kepercayaan diri yang kokoh berbasis kemampuan dan kapabilitas nyata untuk menancapkan tonggak peradaban di masa depan,” tandasnya.


Melalui Muskernas I dan Youth Civilization Summit 2026, PP Pemuda PERSIS menyusun Grand Design 2026–2031 sebagai peta jalan strategis untuk memperluas jaringan gerakan hingga 15 wilayah, serta memperkuat kaderisasi dan ekonomi umat.


[]


Kontributor: Eka Satria. K (Perak 45)

BACA JUGA:

Wamendagri RI Bima Arya Dorong Pemuda PERSIS Jadi Generasi Negarawan dan Penggerak Peradaban