Oleh: Syarief Ahmad Hakim, Wakil Ketua Dewan Hisab dan Rukyat PP PERSIS dan anggota Tim Hisab Rukyat Kementrian Agama RI
Pendahuluan
Gerhana Matahari merupakan salah satu fenomena alam yang selalu menarik perhatian manusia sejak zaman dahulu. Dalam pandangan Islam, gerhana bukanlah pertanda kelahiran atau kematian seseorang, melainkan salah satu tanda kebesaran Allah Swt. yang menunjukkan keteraturan alam semesta.
Kemajuan ilmu astronomi modern memungkinkan manusia mengetahui kapan gerhana akan terjadi, jenis gerhananya, serta wilayah-wilayah yang akan dilalui oleh bayangan Bulan dengan tingkat ketelitian yang sangat tinggi.
Tepat satu tahun yang akan datang, yaitu tanggal 2 Agustus 2027 akan terjadi gerhana Matahari total yang istimewa karena lintasan totalitasnya melewati wilayah kota Makkah sehingga Ka'bah berada di dalam jalur gerhana total.
Peristiwa ini menarik perhatian umat Islam di seluruh dunia karena bertepatan dengan keberadaan pusat kiblat umat Islam dan musim umrah yang memungkinkan jutaan muslim menyaksikan fenomena tersebut secara langsung.
Gerhana Dapat Diprediksi
Gerhana merupakan fenomena yang sangat teratur dan dapat dihitung secara ilmiah. Pergerakan Matahari, Bumi, dan Bulan mengikuti hukum-hukum astronomi yang pasti sehingga waktu terjadinya gerhana dapat diprediksi hingga hitungan detik.
Melalui perhitungan astronomi modern -seperti Hisab Astronomis PERSIS, Islamic Times dan PERSIS TIMES-, kita dapat menentukan waktu terjadinya gerhana, jenis gerhana (total, sebagian, cincin, atau hibrida), besarnya piringan Matahari yang tertutup Bulan, lama durasi gerhana, jalur wilayah yang dilewati bayangan Bulan dan kondisi gerhana pada setiap lokasi di permukaan Bumi.
Kemampuan memprediksi gerhana ini merupakan bukti bahwa alam semesta berjalan menurut sunnatullah yang sangat teratur. Bahkan perhitungan gerhana untuk puluhan hingga ratusan tahun yang akan datang dapat dilakukan dengan tingkat akurasi yang sangat tinggi.
Dalam satu tahun, gerhana selalu terjadi meskipun tidak selalu dapat disaksikan dari suatu wilayah tertentu. Secara global, gerhana Matahari terjadi antara 2 sampai 5 kali setiap tahun. Namun gerhana Matahari total rata-rata hanya terjadi sekitar sekali setiap 18 bulan di suatu tempat di Bumi.
Gerhana Bulan terjadi antara 2 sampai 5 kali setiap tahun. Karena dapat dilihat dari seluruh wilayah Bumi yang sedang mengalami malam hari, gerhana Bulan umumnya lebih sering disaksikan oleh masyarakat dibandingkan gerhana Matahari.
Dalam satu tahun kalender, jumlah keseluruhan gerhana Matahari dan Bulan berkisar antara 4 hingga 7 kali.
Syarat Terjadinya Gerhana Matahari
Gerhana Matahari terjadi ketika Bulan berada di antara Matahari dan Bumi sehingga cahaya Matahari terhalang oleh Bulan.
Beberapa syarat utama terjadinya gerhana Matahari adalah:
- Terjadi pada fase Ijtimak (Bulan Baru). Gerhana Matahari hanya mungkin terjadi ketika Bulan berada pada fase konjungsi atau ijtimak, yaitu saat Bulan berada di antara Bumi dan Matahari.
- Bulan Berada di Dekat Simpul Orbit (Node). Bidang orbit Bulan miring sekitar 5° terhadap bidang orbit Bumi mengelilingi Matahari. Oleh karena itu tidak setiap ijtimak menghasilkan gerhana. Gerhana hanya terjadi apabila Bulan berada dekat titik perpotongan kedua bidang orbit tersebut yang disebut node.
- Bayangan Bulan Mengenai Permukaan Bumi. Apabila bayangan inti (umbra) Bulan mencapai permukaan Bumi maka terjadi gerhana Matahari total. Jika hanya bayangan samar (penumbra) yang mengenai Bumi maka terjadi gerhana sebagian.
Data Astronomis Gerhana Matahari 2 Agustus 2027
Gerhana ini termasuk salah satu gerhana total paling spektakuler pada abad ke-21 dengan karakteristik umum sebagai berikut: Jenisnya Gerhana Matahari Total, seri Saros 136, lebar jalur totalitasnya sekitar 250-275 km, durasi maksimum totalnya sekitar 6 menit 23 detik.
Jalur totalnya akan melintasi beberapa wilayah berikut: Samudra Atlantik, Spanyol bagian Selatan, Gibraltar, Maroko, Aljazair, Tunisia, Libya, Mesir, Arab Saudi (termasuk Makkah), Yaman dan Somalia.
Perhatikan jalur gerhana pada gambar di bawah ini!
BACA JUGA:Kaifiyat Sholat Gerhana