Oleh: Syarief Ahmad Hakim (Wakil Ketua Dewan Hisab dan Rukyat PP PERSIS dan anggota Tim Hisab dan Rukyat Kementrian Agama RI) dan dan Abu Sabda (Wakil Sekretaris Dewan Hisab dan Rukyat PP PERSIS, programer aplikasi astronomi Islam di DHR PP PERSIS.)
"PERSIS TIMES tidak dibangun untuk mewakili satu metode hisab, melainkan untuk mengakomodasi keragaman metodologi dalam satu platform yang akurat, transparan, dan ilmiah."
Di era digital, kebutuhan umat Islam terhadap informasi astronomi semakin tinggi. Jadwal salat, arah kiblat, kalender Hijriah, awal Ramadan, Idulfitri, gerhana, hingga visibilitas hilal semuanya bergantung pada perhitungan astronomi yang akurat.
Namun, sebagian besar aplikasi yang tersedia saat ini masih bersifat parsial, hanya menyediakan satu atau dua layanan dengan metode yang sering kali tidak dapat disesuaikan oleh pengguna.
Menjawab kebutuhan tersebut, Dewan Hisab dan Rukyat PP Persatuan Islam (PERSIS) mengembangkan PERSIS TIMES, sebuah platform astronomi Islam terpadu yang menggabungkan berbagai layanan hisab dan rukyat dalam satu sistem.
Mengusung tagline “Smart, Precise, Modern and Advanced Islamic Astronomy Platform”, aplikasi ini dirancang tidak hanya sebagai alat bantu praktis, tetapi juga sebagai sarana edukasi dan pengembangan ilmu falak.
Pengembangan PERSIS TIMES dimulai pada 12 September 2025 melalui penulisan library hisab yang kemudian dipublikasikan pada repositori resmi Flutter dan Dart pada Maret 2026. Saat ini, library tersebut telah digunakan oleh lebih dari seribu pengembang aplikasi.
Sementara itu, pengembangan antarmuka pengguna (UI/UX) berlangsung sejak April 2026 dan versi 1.0.0 resmi diselesaikan pada 16 Juni 2026, bertepatan dengan 1 Muharram 1448 H.
Keunggulan utama PERSIS TIMES terletak pada kombinasi antara akurasi ilmiah, fleksibilitas metodologi, dan integrasi layanan. Dari sisi akurasi, aplikasi ini menggunakan algoritma astronomi modern VSOP87D untuk posisi Matahari dan ELP/MPP02 untuk posisi Bulan.
Dengan puluhan ribu koreksi matematis dalam perhitungannya, sistem ini mampu menghasilkan data astronomi dengan tingkat ketelitian yang tinggi.
Berbeda dengan banyak aplikasi lain yang hanya menampilkan hasil akhir, PERSIS TIMES menerapkan prinsip transparansi ilmiah (scientific transparency). Pengguna dapat mengetahui metode dan parameter yang digunakan dalam setiap perhitungan.
Pendekatan ini menjadikan aplikasi tidak hanya bermanfaat bagi masyarakat umum, tetapi juga bagi akademisi, peneliti, dan lembaga keagamaan yang memerlukan validasi serta pengembangan metode hisab.
PERSIS TIMES juga memberikan kebebasan kepada pengguna untuk memilih metode perhitungan sesuai kebutuhan. Pada modul waktu salat, misalnya, pengguna dapat menentukan sudut Matahari untuk Subuh dan Isya sesuai standar berbagai lembaga dunia.
Pada modul arah kiblat tersedia metode trigonometri bola maupun geodesi berbasis ellipsoid bumi. Sementara pada kalender Hijriah, pengguna dapat memilih berbagai kriteria seperti Wujudul Hilal, Imkanur Rukyat MABIMS, Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), maupun sistem Umm al-Qura.
Seluruh layanan astronomi Islam dihimpun dalam satu platform yang terintegrasi, meliputi jadwal salat, arah kiblat, kalender Hijriah, hisab awal bulan, data ephemeris Matahari dan Bulan, prediksi gerhana, rashdul kiblat, antipoda kiblat, hingga peta visibilitas hilal.
Integrasi ini memastikan konsistensi data karena seluruh layanan dibangun di atas fondasi komputasi yang sama.
Dikembangkan menggunakan teknologi Flutter dan Dart, PERSIS TIMES dapat digunakan pada berbagai perangkat, mulai dari Android, iOS, Windows, hingga web.
Aplikasi ini juga mendukung tiga bahasa -Indonesia, Arab, dan Inggris- sehingga berpotensi menjangkau pengguna internasional serta memperkenalkan perkembangan astronomi Islam Indonesia ke tingkat global.
Lebih dari sekadar aplikasi, PERSIS TIMES dirancang sebagai platform komputasi astronomi Islam yang dapat menjadi ekosistem kolaborasi antara akademisi, peneliti, organisasi keagamaan, pemerintah, dan masyarakat.
Dengan menggabungkan ketelitian astronomi modern, fleksibilitas metodologi, integrasi layanan, dan keterbukaan ilmiah, PERSIS TIMES menjadi salah satu langkah penting dalam transformasi digital ilmu falak Indonesia.
Pada akhirnya, PERSIS TIMES bukan hanya alat untuk menghitung posisi benda langit, tetapi juga jembatan yang menghubungkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan nilai-nilai Islam demi pelayanan keagamaan yang lebih akurat, edukatif, dan bermanfaat bagi umat.
Jakarta, Juli 2026
[]
BACA JUGA:Link Update Program Hisab Astronomis