Jaulah Dakwah: Tantangan Para Dai di Kepulauan

oleh -

25 Juni 2026 | 07:50

Delegasi dari PP PERSIS menggunakan salah satu moda transportasi yang sering digunakan di Sapeken.

Oleh: Dr. Ihsan Setiadi Latief, Ketua Bidang Informasi dan Komunikasi PP PERSIS


Perjalanan Darat, Udara, Laut: dari mulai Motor, Bentor, Mobil, Kapal Nelayan, Speed Boat sampai Pesawat Cessna.


Ini baru di ujung Pulau Jawa, masuk wilayah Sumenep tapi terpisah dengan pulau Jawa.


Ada 53 pulau, kebanyakan tidak berpenghuni, hanya 21 pulau yang berpenghuni sedangkan 32 pulau lainnya tidak berpenghuni alias kosong, Kecamatan Sepeken terbagi 9 Desa.


Keluar masuk pulau transportasi utamanya perahu kayu bermesin, di dalam pulau hanya motor atau bentor (becak dan motor), mobil tidak bisa masuk karena jalannya kecil.


Keindahan bahari laut dan kekayaan ikannya yang luar biasa.


Mayoritas penduduk Sepeken adalah keturunan Bugis, Manda dan Bajo yang berbeda dengan bahasa Madura pada umumnya.


Rata rata luas pulau Pulau Sapeken (Utama) hanya berukuran sekitar 3 km × 1,5 km atau seluas 0,64 km².


Kecamatan Sapeken membawahi total 53 pulau (21 berpenghuni dan 32 tidak berpenghuni). Total luas daratan dan wilayah perairan kecamatannya mencapai 201,88 km².


Gugusan Kepulauan (termasuk Sapeken dan Kangean) total luas seluruh wilayah kepulauan di sekitarnya sekitar 64.500,95 hektare atau 645 km².


Dengan kontur geografis di atas, tentu saja tidaklah mudah, apalagi kalau gelombang laut yang tinggi. Sudah saatnya lembaga dakwah seperti PERSIS memiliki alat transportasi laut kapal laut seperti speed boat atau perahu kayu bermesin agar bisa leluasa berdakwah.


Ayo siapa yang mau infaq speed boat atau becak motor? Bisa menguhubungi PP PERSIS atau Ustaz Yusuf Tajri Bidang Garapan Daerah Terpencil 0853-2241-6039.

[]

BACA JUGA:

Momen Terakhir Ketua Umum PP PERSIS di Sapeken Penuh Haru dan Doa

Reporter: - Editor: Fia Afifah Rahmah