Bandung, persis.or.id — Dalam rangka memperkuat ketahanan keluarga di bulan suci Ramadhan, PERSIS Ramadhan Expo menghadirkan kajian bertema “Ramadhan dan Pembinaan Keluarga Sakinah,” di Mesjid TSM Bandung, hari Ahad (8/3/2026).
Kajian ini menjadi salah satu sesi yang menarik perhatian para pengunjung karena mengangkat persoalan keluarga yang sangat dekat dengan kehidupan masyarakat.
Kegiatan tersebut dipandu oleh moderator Ust. Dr. H. Deni Sholehudin, M.Ag. yang mengarahkan jalannya diskusi dengan menghadirkan dua pemateri, yaitu Ust. Ucu Najmuddin, M.Pd. dan Ust. Dedi Hariadi, Lc. Kedua narasumber tersebut menyampaikan materi dari sudut pandang yang saling melengkapi tentang bagaimana membangun keluarga yang harmonis dan kokoh secara spiritual.
Pada sesi pertama, Ust. Ucu Najmuddin menjelaskan pentingnya sikap saling memahami dan memaklumi dalam kehidupan rumah tangga. Menurutnya, hubungan keluarga tidak hanya dibangun dari kewajiban formal semata, tetapi juga dari kemampuan anggota keluarga untuk memahami kondisi psikologis satu sama lain.
Ia menekankan bahwa sikap memaklumi dan memahami pasangan maupun anggota keluarga lainnya dapat memperkuat ikatan emosional serta menjaga keharmonisan rumah tangga. Hal tersebut juga memiliki pengaruh besar terhadap tumbuhnya rasa cinta yang sehat dalam keluarga.
“Dalam keluarga perlu ada sikap saling memaklumi dan saling memahami. Hal itu akan sangat berpengaruh terhadap psikologi cinta dalam keluarga,” jelasnya.
Sementara itu, pada sesi kedua, Ust. Dedi Hariadi, Lc. mengajak para peserta untuk memahami kembali makna sakinah dalam perspektif Al-Qur’an. Ia menjelaskan bahwa konsep sakinah yang dipahami oleh sebagian masyarakat saat ini sering kali berbeda dengan makna yang dijelaskan dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah.
Menurutnya, keluarga sakinah bukan hanya sekadar keluarga yang tampak harmonis di permukaan, tetapi merupakan keluarga yang dibangun di atas ketenangan batin yang lahir dari ketaatan kepada Allah.
Ia menegaskan bahwa pemahaman yang benar mengenai konsep sakinah sangat penting agar ketahanan keluarga benar-benar dibangun berdasarkan nilai-nilai yang sesuai dengan ajaran Al-Qur’an dan sunnah Nabi.
“Pemahaman tentang sakinah harus kembali kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah, agar ketahanan keluarga benar-benar berdiri di atas fondasi yang benar,” ungkapnya.
Melalui kajian ini, para peserta diharapkan dapat memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang pentingnya membangun keluarga yang tidak hanya harmonis secara lahiriah, tetapi juga kuat secara spiritual. Dengan fondasi sakinah yang benar, keluarga diharapkan mampu menjadi tempat tumbuhnya kasih sayang, ketenangan, serta pendidikan nilai-nilai Islam bagi generasi berikutnya.
BACA JUGA:Kuatkan Aqidah dan Ibadah, Kajian PERSIS Ramadhan Expo 2026 Ajak Masyarakat Bersihkan Hati