Urgensi Komitmen dan Keikhlasan dalam Berjamiyah

oleh Henri Lukmanul Hakim

04 Maret 2026 | 14:37

Dr. KH. Jeje Zaenudin, M.Ag - Ketua Umum Pimpinan Pusat Persatuan Islam (PP PERSIS)

Sebagai bagian penting dalam kehidupan sosial dan keagamaan umat Islam, dalam berjamiyah yang sebenarnya menuntut komitmen, pengorbanan, dan keikhlasan sebagai fondasi untuk mencapai tujuan kolektif.


Menjadi keharusan yang tidak bisa ditawar-tawar lagi bagi semua warga Jamiyah, dari mulai pucuk pimpinan pusat hingga pasukan jamaah di jenjang yang paling bawah, untuk memahami dan menghayati hakikat dari komitmen dan keikhlasan dalam berjamiyyah.


Berjamiyyah (berorganisasi) merupakan sunnatullah dalam menata kehidupan bersama. Islam menekankan pentingnya persatuan, koordinasi, dan kerja kolektif (amal jama’i).


Namun, dinamika organisasi sering menghadirkan ujian berupa kejenuhan, perbedaan pendapat, konflik internal, dan penurunan semangat pengabdian.


Karenanya, kita butuh kepada nilai-nilai utama yang mampu membangun konsistensi atau keistikomahan dalam berjamiyyah.


Di antara nilai-nilai utama yang sangat menentukan terjaganya istikomah dalam berjamiyah adalah komitmen dan keikhlasan.


Oleh sebab itu komitmen dan ikhlas harus menjadi fondasi setiap anggota jamiyah agar tetap istiqamah dalam perjuangan.


⁠Pengertian Komitmen dalam Berjamiyyah


Komitmen adalah kesediaan untuk tetap terikat pada visi, misi, dan aturan organisasi, meski menghadapi rintangan.


Allen and Meyer (1990) menyebut komitmen memiliki tiga dimensi: Affective commitment — keterikatan emosional; Continuance commitment — keterikatan karena pertimbangan biaya/manfaat; Normative commitment, keterikatan moral karena merasa harus berkontribusi.


Dalam konteks jamiyah Persatuan Islam (PERSIS), komitmen bersifat ibadah karena dilandasi iman dan tanggung jawab dakwah.


⁠Makna Keikhlasan dalam Amal Jama’i


Keikhlasan adalah melakukan amal hanya untuk mengharap ridha Allah, bukan kepentingan pribadi.


Al-Qur’an menegaskan: “Padahal mereka tidak diperintah kecuali agar menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepadaNya…” (QS. Al-Bayyinah: 5).


Rasulullah Saw bersabda: “Sesungguhnya amal-amal itu tergantung niatnya.” (HR. Bukhari-Muslim)


Dalam organisasi, keikhlasan mencegah munculnya ambisi jabatan, konflik kepentingan, dan persaingan tidak sehat.


⁠Landasan Amal Jama’i dalam Islam


  1. Perintah berpegang pada tali Allah dan tidak berpecah belah (QS. Ali ‘Imran: 103).
  2. Perintah tolong-menolong dalam kebaikan dan taqwa (QS. Al-Māidah: 2).
  3. Hadits: “Tangan Allah bersama jamaah.” (HR. Tirmidzi). Hadits: “Mukmin terhadap mukmin lain seperti satu tubuh.” (HR. Bukhari-Muslim).
BACA JUGA:

Momen Terakhir Ketua Umum PP PERSIS di Sapeken Penuh Haru dan Doa