Infokom PERSIS: Konten Palestina Cepat Dihapus, Hoaks Lambat Ditindak, Pemerintah Harus Tegas

oleh Henri Lukmanul Hakim

11 Maret 2026 | 20:47

Ketua Bidang Informasi dan Komunikasi (Infokom) PP PERSIS, Ustaz Dr. Ihsan Setiadi Latief.

Jakarta, persis.or.id - Pimpinan Pusat Persatuan Islam (PP PERSIS) mengapresiasi sekaligus mendukung langkah Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid yang memberikan peringatan keras kepada platform media sosial Meta terkait rendahnya tingkat kepatuhan dalam menangani konten negatif di Indonesia.


Ketua Bidang Informasi dan Komunikasi (Infokom) PP PERSIS, Ustaz Dr. Ihsan Setiadi Latief, menilai, langkah pemerintah tersebut penting untuk mendorong platform digital lebih serius dalam menanggulangi berbagai konten bermasalah. Hal itu disampaikan Ustaz Dr. Ihsan saat dimintai keterangannya pada Ahad (8/3/2026).


Menurutnya, penanganan konten negatif di platform Meta, termasuk Facebook, Instagram, dan WhatsApp, dinilai masih belum optimal.


“Banyak konten negatif yang masih beredar, seperti judi online, disinformasi atau hoaks, fitnah, hingga konten kebencian,” ujarnya.


Ustaz Dr. Ihsan juga menyoroti ketidakseimbangan dalam proses moderasi konten yang dilakukan oleh Meta.


Ia menilai, beberapa konten, seperti yang berkaitan dengan isu Palestina, dapat dihapus dengan cepat, sementara konten lain yang meresahkan masyarakat justru lambat ditangani.


“Konten Palestina bisa dengan cepat dilacak dan dihapus. Tetapi konten hoaks, pornografi, maupun kekerasan yang meresahkan masyarakat sering kali masih dibiarkan beredar,” kata Ustaz Dr. Ihsan.


Karena itu, PP PERSIS meminta Meta untuk bersikap lebih adil dan berimbang dalam melakukan moderasi konten di platformnya.


Selain itu, PERSIS mendorong pemerintah untuk bersikap tegas terhadap penyelenggara platform digital yang tidak mematuhi regulasi nasional.


“Jika memang tingkat kepatuhan masih rendah, pemerintah perlu mempertimbangkan langkah tegas, termasuk pemberian sanksi kepada platform yang tidak mematuhi aturan di Indonesia,” tegasnya.


Ke depan, PP PERSIS berharap, langkah pemerintah dalam memperbaiki tata kelola ruang digital dapat menciptakan ekosistem media sosial yang lebih sehat dan aman bagi masyarakat.

[]

BACA JUGA:

Qaris Tajudin Bahas Masa Depan Media di PERSIS Ramadhan Expo, Ajak Generasi Muda Berani Berkarya di Dunia Digital