Kiai Uus Muhammad Ruhiyat: Saum Adalah Perisai dari Perbuatan Haram

oleh Henri Lukmanul Hakim

17 Maret 2026 | 17:20

Drs. KH. Uus M. Ruhiyat; Ketua Bidang Dakwah PP PERSIS


Bandung - Ketua Bidang Dakwah Pimpinan Pusat Persatuan Islam (PP PERSIS), Drs. KH. Uus Muhammad Ruhuyat, menegaskan, ibadah shaum atau puasa dalam Islam memiliki fungsi yang sangat penting sebagai junnah atau perisai bagi seorang muslim.


Dalam kajiannya, ia menjelaskan, Rasulullah SAW menyebut shaum sebagai “asy-shiyamu junnah”, yang berarti puasa adalah benteng atau perisai. Makna tersebut menggambarkan bahwa puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjadi perlindungan diri dari berbagai perbuatan yang diharamkan.


Menurutnya, ketika seseorang berpuasa, bahkan makanan dan minuman yang halal pun tidak akan dikonsumsi jika belum waktunya berbuka.


Hal ini menunjukkan bahwa puasa melatih kedisiplinan dan pengendalian diri. Jika yang halal saja mampu ditahan, maka seharusnya seorang muslim juga mampu menjauhi hal-hal yang jelas diharamkan, seperti mengambil hak orang lain, memakan makanan haram, atau melakukan perbuatan yang dilarang syariat.


Ia menambahkan, shaum juga berfungsi sebagai benteng dari gangguan hawa nafsu dan godaan setan. Dengan menjalankan puasa secara benar, seorang muslim akan lebih mampu mengendalikan diri, menata hawa nafsu, serta menjaga perilaku agar tetap berada dalam koridor ajaran Islam.


Karena itu, KH Uus mengingatkan umat Islam agar memaknai puasa tidak hanya sebagai ritual tahunan, tetapi sebagai sarana pembinaan diri agar menjadi pribadi yang lebih bertakwa dan mampu menjaga diri dari segala bentuk kemaksiatan.


Sumber: Facebook Persatuan Islam

BACA JUGA:

Sekum PP PERSIS Ustadz Dr. Haris Muslim: Ramadan Waktu Terbaik Membersihkan Diri dari Akhlak Buruk