Evaluasi Haji KJT 24 PP PERSIS, Musyrif Diny K.H. Haris Muslim Tekankan Dua Hal Ini

oleh Henri Lukmanul Hakim

02 Juni 2026 | 10:41

Sekretaris Umum PP PERSIS yang juga mendapat amanah sebagai Musyrif Diny ikut dalam evaluasi KBIHU PP PERSIS Kloter KJT 24.

Makkah, persis.or.id - Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Persatuan Islam (PP PERSIS) Dr. K.H. Haris Muslim, menghadiri kegiatan evaluasi penyelenggaraan ibadah haji Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) PP PERSIS Kloter KJT 24 di Makkah, Senin (1/6/2026).


Dalam kesempatan tersebut, Ustaz Haris yang juga mendapat amanah sebagai Musyrif Diny Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia menyampaikan tausiyah sekaligus sejumlah arahan kepada jamaah dan pembimbing haji setelah pelaksanaan rangkaian ibadah puncak di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).


Ia menegaskan, seluruh pengalaman yang dialami jamaah selama menunaikan ibadah haji harus disikapi dengan rasa syukur, termasuk berbagai dinamika dan tantangan yang ditemui di lapangan.


"Apapun yang terjadi selama pelaksanaan ibadah haji wajib kita syukuri. Setiap dinamika yang terjadi harus diterima sebagai jamuan terbaik dari Allah SWT kepada para tamu-Nya," ujarnya.


Menurutnya, jamaah haji dan umrah memiliki kedudukan istimewa sebagai tamu sekaligus duta Allah Swt di Tanah Suci. Karena itu, seluruh rangkaian ibadah yang dijalani hendaknya menjadi momentum untuk meningkatkan keimanan, ketakwaan, dan kedekatan kepada Allah SWT.


"Jamaah haji dan umrah adalah duta Allah di Tanah Suci. Allah telah menjanjikan berbagai kemuliaan bagi para tamu-Nya, termasuk mengabulkan doa-doa yang dipanjatkan dengan penuh keikhlasan," katanya.


Selain memberikan motivasi spiritual, Ustaz Haris juga menyampaikan sejumlah catatan evaluasi dan arahan untuk menjadi perhatian jamaah maupun pengelola KBIHU PERSIS.


Salah satu poin yang ditekankannya adalah pentingnya pembinaan pascahaji yang berkelanjutan setelah jamaah kembali ke Indonesia.


"Pembinaan tidak boleh berhenti setelah jamaah pulang ke tanah air. Pascahaji harus menjadi fase penguatan nilai-nilai ibadah agar kemabruran dapat terus terjaga dalam kehidupan sehari-hari," ungkapnya.


Ustaz Haris Muslim juga mengingatkan pentingnya menjaga ukhuwah Islamiyah dengan menghormati perbedaan pandangan fikih yang berkembang di tengah umat Islam.


"Kita harus menghargai perbedaan fikih. Tidak boleh saling menyalahkan atau merasa paling benar. Silakan beribadah sesuai keyakinan dan pemahaman fikih masing-masing dengan tetap menjaga persaudaraan," tegasnya.


Menjelang kepulangan jamaah dari Makkah menuju Madinah, Ia meminta agat seluruh jamaah haji mematuhi arahan petugas guna memastikan proses perpindahan berjalan lancar.


"Perhatikan seluruh arahan petugas, terutama terkait perpindahan dari Makkah ke Madinah dan ketentuan barang bawaan. Kepatuhan terhadap aturan akan membantu kelancaran perjalanan seluruh jamaah," paparnya.


Pada kesempatan tersebut, Ustaz Haris juga menyampaikan apresiasi terhadap berbagai masukan yang disampaikan para ketua rombongan (karom), ketua regu (karu), serta pengelola KBIHU PP PERSIS Kloter KJT 24 selama pelaksanaan ibadah haji.


Menurutnya, seluruh masukan tersebut akan menjadi bahan evaluasi penting bagi KBIHU PP PERSIS maupun Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) tingkat nasional.


"Berbagai masukan dari karom, karu, dan pembimbing merupakan informasi yang sangat berharga. Seluruhnya akan menjadi bahan evaluasi dan perbaikan untuk KBIHU PP PERSIS maupun PPIH Nasional agar pelayanan kepada jamaah semakin baik pada masa yang akan datang," pungkasnya.


[]

BACA JUGA:

Puncak Ibadah Haji 2026 Dimulai, Ketua Umum PP PERSIS Doakan Jamaah Sehat, Lancar dan Raih Kemabruran