Bogor, persis.or.id - Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Listyo Sigit Prabowo menghadiri upacara penutupan Pendidikan Latihan Dasar (Diklatsar) Brigade Pimpinan Pusat Persatuan Islam (PP PERSIS) di Satlat Brimob Polri, Cikeas, Bogor, Senin (6/7/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Kapolri menekankan pentingnya kerja keras bersama seluruh elemen bangsa guna menjaga stabilitas Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di tengah tekanan geopolitik global.
Acara ini turut dihadiri oleh Wakil Ketua Umum PP PERSIS yang juga menjabat sebagai Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Prof. Atip Latipulhayat, serta Panglima Komando Pusat BRIGADE PERSIS, M. Iman Setia Permana.
Dalam amanatnya, Jenderal Listyo Sigit mengungkapkan, dampak eskalasi global yang menuntut Indonesia untuk terus bertahan dan memperkuat diri.
Ia menegaskan, pemerintah saat ini tengah fokus memperkuat swasembada energi, meningkatkan kesejahteraan sosial, serta menekan kebocoran keuangan negara.
"Menghadapi dampak eskalasi global, NKRI harus bertahan. Ini membutuhkan kerja keras dan kerja bersama dari kita semuanya. Polri membutuhkan dukungan penuh dari PERSIS untuk menghadapi berbagai rongrongan yang ingin menghancurkan NKRI," ujar Kapolri dalam sambutannya.
Perang Melawan Hoaks dan Penguatan Dakwah Digital
Secara khusus, Jenderal Listyo Sigit mengajak seluruh anggota Brigade PERSIS untuk menabuh genderang perang terhadap hoaks, misinformasi, dan disinformasi yang berpotensi memecah belah bangsa.
Ia meminta, ormas Islam tersebut memperkuat budaya tabayyun melalui verifikasi informasi, edukasi, serta peningkatan literasi digital.
"Hadirkan dakwah digital yang santun, edukatif, dan konstruktif sebagai bagian dari upaya membangun ruang digital yang sehat, mencerahkan, serta mampu memperkuat persatuan bangsa," tuturnya.
Selain sebagai benteng pertahanan dari paham radikal dan ekstremisme berbasis kekerasan, ruang digital yang bersih juga diharapkan mampu memotong mata rantai perjudian daring (judi online) serta peredaran narkotika demi melahirkan generasi yang berdaya saing.
Sinergi Pasukan Wanita dan 'Sabuk Kamtibmas
Hal menarik terjadi saat Kapolri memberikan apresiasi khusus terhadap keberadaan pasukan wanita di dalam struktur Brigade PERSIS.
Sembari berseloroh mengenai ketangguhan perempuan, Kapolri menangkap adanya kesamaan persepsi antara PERSIS dan Polri dalam menjaga keamanan.
Ke depan, Ia mewacanakan adanya kolaborasi khusus antara Brigadis (Brigadis PERSIS) dengan Polisi Wanita (Polwan) Polri.
"Saya salut terhadap PERSIS karena memiliki pasukan wanita. PERSIS dan Polri memiliki persepsi yang sama. Wanita adalah ras terkuat di bumi. Ke depan, akan ada sinergi kolaborasi antara Brigadis dan Polwan, khususnya untuk bersama-sama mengawasi peredaran narkoba," kata Kapolri yang disambut tepuk tangan hadirin.
Di akhir arahannya, Jenderal Listyo Sigit berharap, agar Brigade PERSIS dapat mengoptimalkan perannya sebagai 'sabuk kamtibmas' melalui komunikasi, mediasi, dan kemitraan yang erat bersama Polri.
Terakhir, Kapolri berharap, hasil dari Diklatsar ini diharapkan mampu melahirkan kader-kader yang memiliki militansi tinggi namun tetap santun.
"Militansi Brigade PERSIS harus menjadi energi pengabdian yang mencerdaskan, menyejukkan, dan membawa kemajuan. Tetap teguh dalam prinsip, santun dalam sikap, taat pada hukum, serta hadir sebagai kekuatan moral bagi bangsa dan negara," pungkasnya.
[]
BACA JUGA:Dihadiri Kapolri, Muktamar XI HIMA PERSIS Kukuhkan Sholahudin Hasan sebagai Ketua Umum