Bandung, persis.or.id – Himpunan Mahasiswi Persatuan Islam (Himi PERSIS) menggelar Pra Muktamar XI sebagai bagian dari rangkaian menuju Muktamar XI Himi PERSIS yang akan diselenggarakan pada 7–9 Agustus 2026 di PPSDM Depok.
Forum ini menjadi ruang konsolidasi nasional untuk mengevaluasi sekaligus menyempurnakan berbagai pedoman organisasi yang akan menjadi landasan gerak kepengurusan mendatang.
Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Himi PERSIS menegaskan bahwa Pra Muktamar bukan sekadar agenda teknis menjelang Muktamar, melainkan momentum strategis untuk memastikan organisasi terus berkembang tanpa kehilangan jati diri.
Kemudian Ia mengutip firman Allah Swt dalam Surah Ar-Ra'd ayat 11, bahwa perubahan harus diawali dengan ikhtiar dan evaluasi yang berkelanjutan.
Menurutnya, perubahan tidak akan hadir dengan sendirinya, tetapi harus diawali dengan ikhtiar, evaluasi, dan keberanian untuk terus berbenah.
"Dalam konteks organisasi, semangat tersebut menjadi pengingat bahwa Himi PERSIS harus terus melakukan penyempurnaan agar tetap relevan dengan perkembangan zaman, tanpa kehilangan jati diri dan nilai-nilai yang menjadi fondasinya," ungkapnya.
Ia menjelaskan, sebelum pelaksanaan Pra Muktamar, masing-masing bidang telah melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program dan implementasi pedoman organisasi.
Seluruh hasil evaluasi kemudian dikonsolidasikan dan dibahas dalam Badan Pekerja Muktamar sebelum dibawa ke forum yang dihadiri delegasi Pimpinan Wilayah (PW), Pimpinan Daerah (PD), Pimpinan Komisariat (PK) serta Badan Semi Otonom Himi PERSIS.
Forum ini, kada dia, tidak dimaksudkan untuk menyusun ulang seluruh pedoman organisasi. Sebaliknya, pembahasan difokuskan pada penyempurnaan terhadap pedoman yang telah disahkan pada Muktamar X 2023.
“Pedoman organisasi harus diberikan ruang untuk diimplementasikan dan diuji efektivitasnya. Karena itu, pembahasan kali ini lebih diarahkan pada penyempurnaan terhadap beberapa bagian yang memang perlu disesuaikan dengan perkembangan organisasi, tanpa menghilangkan semangat keberlanjutan yang telah dibangun sebelumnya," paparnya.
Dalam Pra Muktamar XI ini, peserta membahas penyempurnaan pedoman Kesekretariatan, Kebendaharaan, Bidang Organisasi, Bidang Kaderisasi, Bidang Kajian Keilmuan, dan Bidang Sosial.
Selain itu, forum juga membahas dua pedoman baru, yakni Bidang Ekonomi serta Bidang Komunikasi dan Informasi sebagai respons terhadap dinamika dan kebutuhan penguatan gerakan organisasi.
Ienurutnya, Himi PERSIS berpandangan bahwa organisasi yang sehat tidak selalu ditandai dengan perubahan aturan secara menyeluruh pada setiap pergantian kepemimpinan.
Organisasi yang matang adalah organisasi yang mampu menjaga kesinambungan nilai sekaligus melakukan pembaruan pada aspek-aspek yang memang diperlukan.
"Melalui forum ini, Himi PERSIS berharap dapat menghasilkan pedoman organisasi yang lebih adaptif, implementatif, dan mampu menjadi pijakan bagi kepengurusan berikutnya dalam memperkuat kontribusi muslimah muda terhadap umat, bangsa, dan pembangunan peradaban," tandasya.
Pra Muktamar XI merupakan salah satu tahapan penting menuju Muktamar XI Himi PERSIS yang mengusung tema "Himi PERSIS untuk Indonesia: Transformasi Gerakan dalam Membangun Peradaban."
Tema tersebut merefleksikan komitmen Himi PERSIS untuk terus memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus meningkatkan kontribusi strategis muslimah muda dalam menjawab tantangan kebangsaan dan peradaban.
[]
BACA JUGA:Menelisik Makna Slogan Gerakan "Ilmiah, Responsif, Visioner" HIMI Persis