Bandung, persis.or.id – Ramadan baru saja pergi, namun Ketua Bidang Dakwah (Kabid) Pimpinan Pusat Persatuan Islam (PP PERSIS), Drs. KH. Uus Muhammad Ruhiat memberikan sebuah pengingat.
Ia mengatakan bahwa yang terpenting bukanlah berlalunya bulan suci, melainkan apakah nilai-nilainya tetap hidup dalam keseharian umat Islam setelah itu.
Menurutnya, keberhasilan Ramadan tidak diukur dari semaraknya ibadah selama sebulan, tetapi dari sejauh mana dampaknya terasa setelahnya.
Ia menganggap bahwa implementasi nilai-nilai Ramadan pada sebelas bulan berikutnya menjadi kunci dalam menjaga kualitas keimanan.
“Ibadah yang paling dicintai Allah adalah yang dilakukan secara rutin meskipun kecil,” ujar KH. Uus, mengutip hadis riwayat Muslim, saat dimintai keterangannya, Selasa (1/4/2026).
Ustaz Uus menjelaskan, Ramadan merupakan madrasah yang melatih konsistensi dalam menjalankan ibadah wajib maupun sunnah.
Kebiasaan menjaga salat lima waktu, menunaikan tarawih, serta memperbanyak amalan sunnah harus terus dipertahankan sebagai bagian dari karakter muslim yang taat.
Selain itu, nilai tadarus Al-Qur’an juga tidak boleh terputus. Ia menegaskan bahwa interaksi dengan Al-Qur’an harus terus dijaga sepanjang kehidupan.
“Ramadan membiasakan kita untuk membaca, memahami, dan mendekatkan diri kepada Al-Qur’an,” ujarnya.
Dalam dimensi sosial, Ramadan mengajarkan kepekaan terhadap sesama melalui zakat, infak, dan sedekah. Nilai kepedulian ini harus tetap hidup agar tercipta masyarakat yang penuh empati dan solidaritas.
Ia juga menyoroti pentingnya menjaga silaturahmi yang diperkuat selama Ramadan dan Idulfitri. Tradisi saling memaafkan dan mempererat hubungan sosial harus terus dijaga karena membawa keberkahan.
Lebih lanjut, Ustaz Uus menyebut bahwa salah satu tanda diterimanya amal Ramadan adalah kemampuan seseorang untuk terus melakukan kebaikan setelahnya. “Pahala dari kebaikan adalah taufik untuk melakukan kebaikan berikutnya,” ungkapnya.
“Oleh karena itu, jadilah hamba Rabbani, jangan hanya menjadi hamba Ramadani. Insya Allah, jika hal ini diterapkan dalam diri setiap individu, akan banyak kebaikan yang tercipta,” pungkasnya.
[]
BACA JUGA:PERSIS Apresiasi Dedikasi KH. Uus M. Ruhiat dan Laksamana H. Asep Saepudin dalam Pelayanan Haji 2025