Ketua Umum PP PERSIS Ingatkan Kader untuk Kembali Teguhkan Arah Gerakan Dakwah

oleh Henri Lukmanul Hakim

27 April 2026 | 17:43

Ketua Umum PP PERSIS, Dr. KH Jeje Zainuddin, M.Ag saat menyampaikan tausiyah dalam kajian rutin PD PERSIS Kota Tangerang, Ahad (26/4/2026).

Kota Tangerang, persis.or.id - Ketua Umum Pimpinan Pusat Persatuan Islam (PP PERSIS), Dr. KH Jeje Zainuddin, M.Ag menyampaikan tausiyah dalam kajian rutin Pimpinan Daerah (PD) PERSIS Kota Tangerang pada Ahad (26/4/2026).


Kajian yang mengangkat tema “Membangun Kekuatan Dakwah Jamiyyah” ini diharapkan menjadi ruang refleksi bagi kader PERSIS untuk meneguhkan kembali arah gerakan dakwah di tengah dinamika umat.


Sebab, dakwah ditegaskan bukan sekadar aktivitas seremonial, melainkan ikhtiar panjang dalam membangun peradaban Islam yang kokoh.


Dakwah Harus Kolektif


Dalam pemaparannya, Ustaz Jeje menegaskan bahwa dakwah tidak dapat dilakukan secara individual.


Dakwah menuntut kebersamaan dalam bingkai jam’iyyah agar potensi umat dapat dihimpun dan diarahkan secara terstruktur.


Kolektivitas, menurutnya, bukan hanya soal berhimpun, tetapi juga menyatukan visi dan gerak. Dengan demikian, dakwah memiliki daya jangkau lebih luas serta dampak yang lebih signifikan di tengah masyarakat.


Transformasi Menuju Peradaban


Ketua Umum PERSIS ini menjelaskan, dakwah tidak boleh berhenti pada penyampaian risalah semata. Dakwah harus bertransformasi menjadi gerakan yang mampu menghadirkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan nyata.


Transformasi ini menuntut perubahan dari sekadar penyampaian pesan menuju pembentukan sistem kehidupan, pola pikir, dan tatanan sosial yang berlandaskan nilai-nilai Islam. Pada titik ini, dakwah menjadi bagian dari upaya membangun peradaban.


Dampak Nyata bagi Masyarakat


Dakwah dinilai berhasil ketika mampu memberikan manfaat yang dirasakan langsung oleh umat. Karena itu, dakwah harus hadir dalam berbagai sektor kehidupan, mulai dari pendidikan, ekonomi, sosial, hingga kebijakan publik.


Keterlibatan dalam ruang-ruang strategis menjadi bagian penting dalam memperluas pengaruh dakwah. Dengan langkah tersebut, nilai-nilai Islam diharapkan mampu mewarnai arah pembangunan dan kehidupan masyarakat secara luas.


Dari Gagasan ke Aksi


Memasuki satu abad perjalanan PERSIS, kader didorong untuk bergerak dari tataran gagasan menuju aksi nyata. Dakwah tidak cukup berhenti pada wacana, tetapi harus diwujudkan dalam kerja konkret yang terukur dan berkelanjutan.


Gerakan jamiyyah berperan sebagai jembatan antara konsep dan praktik. Dari sinilah lahir dakwah aksi yang mampu memberikan dampak langsung bagi masyarakat.


Islah sebagai Ruh Dakwah


Lebih lanjut, Ustaz Jeje bahwa menjelaskan, hakikat dakwah adalah Islah atau perbaikan menyeluruh. Dakwah menyentuh aspek akidah, pemikiran, hingga kehidupan sosial umat.


“Islah menjadi inti dari gerakan dakwah, yakni membawa umat dari kondisi yang kurang baik menuju keadaan yang lebih baik, sekaligus memperkuat persatuan di tengah perbedaan,” ujarnya.


Merajut Kekuatan Umat


Melalui dakwah jamiyyah, kekuatan umat dibangun dari kebersamaan yang terarah. Potensi yang beragam dirajut menjadi satu kesatuan yang utuh dan saling menguatkan.


Dengan semangat tersebut, dakwah tidak hanya menjadi seruan, tetapi menjelma sebagai kekuatan yang mampu membawa perubahan dan membangun peradaban Islam di masa depan.


Di akhir tausiyahnya, KH Jeje menegaskan, di era keterbukaan saat ini, PERSIS harus mengambil peran dakwah di semua lini kehidupan.


Ia mengajak seluruh kader untuk merajut potensi yang ada guna membangun peradaban. Pendidikan, menurutnya, harus menjadi fokus utama karena merupakan fondasi penting dalam membentuk kualitas umat.


[]

BACA JUGA:

Salurkan Rp10 Miliar Bagi Palestina dalam 3 Tahun Terakhir, Ketum PP PERSIS: Wujud Kepedulian