Makkah, persis.or.id - Koordinator Kloter KJT 24 PERSIS, Ustaz H. Ino Sutrisno Waang, memastikan seluruh jamaah haji dalam kondisi sehat setibanya di Makkah, Arab Saudi.
“Alhamdulillah sehat walafiat,” ujar Ustaz H. Ino saat memberikan laporan kondisi terkini jamaah Kloter KJT 24 PERSIS, Selasa (12/5/2026).
Ustaz H. Ino menjelaskan, jamaah saat ini menempati dua hotel berbeda yang lokasinya berdekatan. Rombongan 8 dan 9 ditempatkan di Sound Qosr Hotel, sedangkan rombongan 10 dan 11 berada di Hoba Hijrah Hotel.
“Meski terbagi di dua lokasi, jarak antarhotel hanya sekitar satu blok sehingga tetap memudahkan koordinasi antarkelompok jamaah,” jelasnya.
Menurutnya, akses transportasi menuju Masjidil Haram juga sangat membantu aktivitas ibadah jamaah. Misalnya karena terminal bus shalawat nomor 20 berada tepat di depan hotel, sehingga jamaah tidak perlu berjalan jauh.
“Alhamdulillah, terminal bus shalawat nomor 20 berada di depan hotel sehingga memudahkan jamaah menuju Masjidil Haram. Jamaah hanya berjalan kaki dari area Masjidil Haram ke Terminal Ajyad,” katanya.
Meski begitu ada kendala yang terjadi menjelang pelaksanaan umrah yang dijadwalkan pukul 08.00 waktu setempat. Karena sebagian koper belum tiba, persiapan jamaah menjadi cukup mepet dan terkesan terburu-buru.
Namun, semua kendala dapat terlewati dengan baik. “Alhamdulillah, umrah berjalan lancar,” tegas Ustaz H. Ino.
Selain menyampaikan kondisi jamaah, Ustaz Ino juga menilai akomodasi yang disediakan dalam kondisi aman dan tertata. Namun demikian, Ia mengungkapkan sejumlah kendala yang sempat terjadi, terutama terkait distribusi koper jamaah.
Awalnya, koper besar dan koper kecil dijadwalkan diantarkan langsung ke kamar masing-masing. Namun, dalam pelaksanaannya, koper tidak tersusun sesuai rombongan sehingga banyak jamaah mengambil sendiri barang bawaannya.
Akibat kondisi tersebut, ketua rombongan (karom) dan ketua regu (karu) harus melakukan penyortiran ulang koper sesuai kelompok jamaah masing-masing.
“Perlu waktu bagi Karom dan Karu untuk memilah koper kecil dan besar sesuai rombongan karena distribusinya tidak berurutan,” jelasnya.
Selain itu, ditemukan pula sejumlah koper jamaah dalam kondisi rusak. Sebagai langkah antisipasi, Ustaz Ino menyarankan agar Karom dan Karu menyiapkan lakban maupun cable ties untuk perbaikan darurat selama perjalanan ibadah haji berlangsung.
Meski terdapat beberapa kendala teknis, menurutnya proses pembagian kamar hotel disebut telah terselesaikan dengan baik. Beberapa jamaah yang sempat bertukar kamar juga sudah diatur kembali oleh petugas rombongan.
Ustaz Ino turut menginformasikan bahwa pemeriksaan dokumen di embarkasi berlangsung cukup lancar. Menurutnya, perhatian petugas justru lebih banyak tertuju pada ukuran koper bawaan jamaah yang harus sesuai ketentuan.
“Saat pemeriksaan paspor, saya sempat dipanggil petugas untuk pemeriksaan dan pemindaian kartu kesehatan,” ungkapnya.
[]
BACA JUGA:Konsolidasi dan Silaturahim, Ketua Umum PP PERSIS Kunjungi Jamaah Haji Jelang Armuzna