Lantik Tasykil PP Pemuda PERSIS, Ketum Hilman Rasyid Tekankan Pentingnya Regenerasi dan Ijtihad Dakwah

oleh Henri Lukmanul Hakim

27 Juli 2026 | 19:04

Proses pelantikan tasykil (PP) Pemuda Persatuan Islam (PERSIS) Masa Jihad 2026–2031 .

Bandung, persis.or.id – Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Pemuda Persatuan Islam (PERSIS), Hilman Rasyid, M.Pd., resmi melantik jajaran tasykil PP Pemuda PERSIS Masa Jihad 2026–2031 di Kantor Pimpinan Pusat PERSIS, Bandung, Senin (27/7/2026).


Pelantikan tersebut juga dihadiri Ketua Umum PP PERSIS Dr. K.H. Jeje Zaenudin, M.Ag., Sekretaris Umum PP PERSIS Dr. K.H. Haris Muslim, Ketua Dewan Hisbah PP PERSIS K.H. Zae Nandang, serta jajaran pengurus PP PERSIS dan badan otonom lainnya.


Dalam sambutannya, Ketua Umum PP Pemuda PERSIS, Hilman Rasyid menyampaikan, pelantikan kepengurusan baru menjadi bagian penting dari proses regenerasi organisasi yang harus mampu melanjutkan estafet perjuangan dakwah dengan semangat pembaruan tanpa meninggalkan prinsip-prinsip Islam.


Menurutnya, setiap generasi memiliki tanggung jawab untuk melahirkan karya dan kontribusinya sendiri, bukan sekadar membanggakan jasa para pendahulu. Ia mengutip firman Allah SWT dalam Surah Al-Baqarah ayat 134 dan 141 sebagai pengingat bahwa setiap umat akan dimintai pertanggungjawaban atas amal usahanya masing-masing.


"Mereka adalah umat yang telah berlalu. Mereka memperoleh apa yang telah mereka usahakan, dan kalian memperoleh apa yang kalian usahakan. Kalian tidak akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang telah mereka kerjakan," ujar Hilman mengutip makna ayat tersebut.


Selanjutnya, Ia menegaskan bahwa sejarah perjuangan para ulama dan pendiri PERSIS harus menjadi inspirasi, namun tidak boleh menjadikan generasi sekarang merasa cukup hanya dengan mewarisi nama besar organisasi.


"Perjuangan memiliki sanad yang sama, tetapi strategi perjuangan selalu berkembang mengikuti perubahan zaman. Nilai-nilai Islam tetap, sementara pendekatan dan strategi dakwah harus mampu menjawab tantangan setiap generasi," kata Hilman.


Ia menjelaskan, kesempurnaan ajaran Islam terletak pada prinsip-prinsipnya yang bersifat universal dan komprehensif. Namun, pelaksanaan berbagai aspek teknis dalam kehidupan memerlukan ijtihad agar tetap relevan dengan perkembangan masyarakat.


"Ijtihad dibutuhkan bukan untuk mengubah prinsip agama, tetapi untuk merumuskan strategi dan langkah-langkah teknis dalam menghadapi persoalan baru. Karena itu, perbedaan pendapat di kalangan ulama selama masih berada pada ranah teknis merupakan bagian dari khazanah keilmuan Islam," ujarnya.


Dalam kesempatan tersebut, Hilman juga menyinggung pentingnya mekanisme musyawarah dalam kepemimpinan Islam. Ia mencontohkan proses pergantian kepemimpinan pada masa Khulafaur Rasyidin yang memiliki metode berbeda-beda, namun tetap berlandaskan prinsip syura.


"Formatnya bisa berbeda sesuai kebutuhan zamannya, tetapi prinsip musyawarah tetap menjadi fondasi dalam menentukan kepemimpinan," jelasnya.


Terakhir, Hilman menegaskan, penyusunan tasykil dilakukan melalui kewenangan yang dimiliki Ketua Umum sesuai ketentuan Jamiyyah untuk membentuk tasykil yang akan mendampinginya selama lima tahun masa jihad mendatang.


Sementara itu, Ketua Umum PP PERSIS, Dr. K.H. Jeje Zaenudin berharap, kepengurusan baru PP Pemuda PERSIS mampu menjadi motor penggerak kaderisasi, dakwah, dan penguatan sumber daya manusia Persatuan Islam.


“Pemuda PERSIS sekaligus mampu menghadirkan inovasi yang tetap berpijak pada nilai-nilai Al-Qur'an dan As-Sunnah,” ucap K.H. Jeje.


[]

BACA JUGA:

Audiensi dengan Kemenpora, Ketum PP PEMUDA PERSIS Bahas Kolaborasi Strategis Kepemudaan

Proses pelantikan tasykil (PP) Pemuda Persatuan Islam (PERSIS) Masa Jihad 2026–2031 .