PERSIS Peduli Bergerak Bangun Huntara di Aceh, Relawan Gelombang Kedua Diberangkatkan

oleh Reporter

17 Januari 2026 | 19:42

Keberangkatan Relawan di Kantor PP PERSIS, Jalan Perintis Kemerdekaan, Bandung, Sabtu (17/1).

Bandung, peris.or.id - PERSIS kembali memberangkatkan rewalan untuk membangun hunian sementara (hutnara) di Aceh. Koordinator Nasional PERSIS Peduli, Faisal Nursyamsi, S.E., menyampaikan bahwa gelombang kedua relawan yang diberangkatkan ke Aceh merupakan bentuk komitmen Persatuan Islam dalam penanganan pascabencana.


“Gelombang kedua relawan ini ada dua keberangkatan, hari ini empat orang dan hari Rabu enam orang,” ujar Faisal saat melepas keberangkatan relawan di Kantor PP PERSIS, Jalan Perintis Kemerdekaan, Bandung, Sabtu (17/1).


Faisal menjelaskan, empat orang relawan yang diberangkatkan adalah H. Nurjaman, Olis Nurholis, Budiawan Reza, dan Ihsan. Para relawan ini akan kembali berkhidmat membantu korban banjir di Aceh.


"Kita telah membangun enam unit hunian sementara (huntara) di wilayah Kota Cane, Aceh. Target keseluruhan di lokasi tersebut sebanyak 21 unit,” katanya.


Ia menyampaikan, di Desa Pengidam, kebutuhan huntara masih cukup besar dan menjadi perhatian utama tim relawan.


“Target di Desa Pengidam sekitar 27 unit Huntara agar warga bisa segera memiliki tempat tinggal sementara yang layak,” jelas Faisal.


Sementara itu, di wilayah Batu Sumbang, kebutuhan huntara bahkan diperkirakan mencapai angka yang lebih besar.


“Untuk Batu Sumbang, kebutuhannya sekitar 100 unit huntara, bahkan kami berharap bisa lebih dari 100 unit,” kata Faisal optimistis.


Tidak hanya fokus pada hunian, PERSIS Peduli juga menyiapkan bantuan pendidikan bagi anak-anak terdampak bencana.


"Kami menyiapkan 500 tas sekolah yang akan disalurkan ke Bireuen dan Pidie Jaya, insyaallah dibawa hari Rabu,” tutur Faisal.


Ketua Umum PP Persatuan Islam, Dr. KH. Jeje Zaenudin, M.Ag., mengungkapkan rasa syukur atas keberangkatan para relawan ke Aceh.


“Kami sangat bersyukur ada relawan yang berangkat, karena bencana di Sumatera ini berbarengan dengan kondisi kemiskinan masyarakat,” ujarnya.


Menurut Jeje, sejak awal PERSIS langsung melakukan koordinasi untuk penanganan bencana secara terarah dan terukur.


"Kami membutuhkan informasi yang akurat dan langkah-langkah strategis agar bisa menyusun program bantuan yang benar-benar dibutuhkan,” katanya.


Jeje menegaskan bahwa keputusan PERSIS membangun huntara merupakan bagian dari dakwah bil hal.


“Relawan adalah duta-duta jam’iyyah, pengorbanan mereka tidak akan sia-sia selama niatnya ikhlas karena Allah, dan ini menjadi investasi dakwah di lokasi bencana,” ungkapnya.


Lebih lanjut, Jeje menyampaikan bahwa dukungan dana terus dihimpun melalui Lazpersis yang nilainya hampir mencapai Rp3 miliar.


“Dana tersebut bisa dialokasikan setengahnya untuk huntara dan sisanya untuk kebutuhan lain, sambil terus menjaga nama baik dan citra jam’iyyah di tengah masyarakat Aceh,” pungkasnya.

BACA JUGA:

PERSIS Peduli Gandeng LAZ dan SIGAB PERSIS Bangun 100 Huntara untuk Penyintas di Aceh

Reporter: Reporter Editor: Dhanyawan Haflah