Pesan di MUSDA XI PD Pemudi PERSIS Kabupaten Bandung: Saat Amanah Dikembalikan, Perjuangan Tak Pernah Berakhir

oleh Reporter

07 September 2026 | 16:38

Ketua Pimpinan Daerah (PD) Pemudi Persatuan Islam (PERSIS) Kabupaten Bandung Masa Jihad 2023–2026, Desyanti Nurhayati, S.Pd., dan Ketua Pelaksana MUSDA XI, Pipik Ropikoh, S.Pd.I.

Kabupaten Bandung, persis.or.id - Ada masa ketika sebuah amanah harus diterima, dan ada waktunya amanah itu dikembalikan.


Pesan tersebut terasa dalam sambutan Ketua Pimpinan Daerah (PD) Pemudi Persatuan Islam (PERSIS) Kabupaten Bandung Masa Jihad 2023–2026, Desyanti Nurhayati, S.Pd., pada MUSDA XI PD Pemudi PERSIS Kabupaten Bandung, Ahad, 6 September 2026.


Setelah tiga tahun menjalankan amanah kepemimpinan, Desyanti mengajak seluruh peserta untuk memandang pergantian kepemimpinan bukan sebagai akhir, melainkan bagian dari perjalanan perjuangan.


Ia mengingatkan bahwa jabatan bukanlah milik pribadi yang harus dipertahankan. Amanah datang dari Allah SWT dan pada waktunya akan kembali kepada-Nya. Karena itu, ketika masa jihad berakhir, amanah harus dikembalikan dengan lapang dan penuh keikhlasan.


"MUSDA bukan tentang memenangkan seseorang. MUSDA adalah tentang menemukan kepemimpinan terbaik untuk memenangkan perjuangan," ungkap Desyanti.


Baginya, pemimpin tidak seharusnya dipilih hanya karena kedekatan atau rasa nyaman, tetapi karena kapasitas, integritas, visi, keteladanan, dan kesungguhan dalam memimpin.


Desyanti juga menitipkan pesan kepada siapapun yang nantinya menerima amanah kepemimpinan agar tidak memandang jabatan sebagai posisi yang lebih tinggi, melainkan sebagai kesempatan untuk melayani lebih banyak orang.


"Ketua boleh berganti, tetapi ghirah jangan sampai mati. Pimpinan boleh berganti, tetapi semangat berjuang jangan sampai berhenti. Masa jihad boleh berakhir, tetapi jihad kita tidak pernah berakhir," tandasnya.


Di akhir sambutannya, Desyanti menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membersamai perjalanan selama tiga tahun sekaligus memohon maaf atas berbagai kekurangan selama menjalankan kepemimpinan.


Sementara itu, Ketua Pelaksana MUSDA XI, Pipik Ropikoh, S.Pd.I., mengajak seluruh peserta untuk tidak berhenti pada pergantian kepemimpinan, tetapi menjadikan MUSDA sebagai titik untuk kembali menata arah perjuangan.


Melalui tema "Amanah Terjaga, Perjuangan Terarah: Menguatkan Peran Pemudi PERSIS yang Tangguh, Militan, dan Berintegritas", Pipik menegaskan bahwa perjuangan membutuhkan lebih dari sekadar semangat.


Amanah harus dijaga, perjuangan harus memiliki arah, ketangguhan harus dibangun dari kemampuan untuk bangkit, militansi harus berpijak pada prinsip, dan integritas harus menjadi kesatuan antara perkataan, perbuatan, dan hati.


"Yang tangguh namun tidak berintegritas dapat menyesatkan; yang militan namun tidak menjaga amanah dapat merugikan orang lain; dan yang berjuang namun tanpa arah hanya akan membuang tenaga," tuturnya.


Pipik berharap tema MUSDA XI tidak berhenti menjadi rangkaian kata, tetapi menjadi pengingat sekaligus pemantik ghirah bagi seluruh kader, terutama bagi mereka yang nantinya menerima amanah kepemimpinan.


Di tengah pergantian kepemimpinan, pesan keduanya bermuara pada satu hal: yang berganti adalah orang dan posisi, bukan semangat perjuangan. Amanah boleh berpindah tangan, tetapi langkah Pemudi PERSIS harus tetap berjalan. Lebih terarah, lebih kuat, dan tetap berpegang pada nilai-nilai perjuangan.


[]

Kontributor: Resty Nurwahyuni (Tim Kominfo PD Pemudi PERSIS Kab. Bandung)

BACA JUGA:

Siapkan Mubalighat Berdaya, PD Pemudi PERSIS Kabupaten Bandung Gelar Taujihatul Mubalighat Angkatan 5

Reporter: Reporter Editor: Fia Afifah Rahmah