Madinah, persis.or.id - Pembimbing Haji Khusus PT Karya Imtaq, Drs. KH. Uus Muhammad Ruhiat, menyampaikan rasa syukur atas kelancaran pelaksanaan ibadah haji yang telah dijalani para jemaah. Menjelang berakhirnya rangkaian ibadah di Tanah Suci, ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh jamaah apabila selama proses pembimbingan terdapat kekurangan maupun kekhilafan.
“Atas nama pribadi dan atas nama Jam'iyyah Persatuan Islam yang menaungi Travel Haji Khusus dan Umrah PT Karya Imtaq, kami mengucapkan syukur alhamdulillah atas segala nikmat dan kemudahan yang Allah Swt. berikan selama pelaksanaan ibadah haji ini,” ujar KH Uus Muhammad Ruhiat disela-sela jelang kepulangan di Madinah, Senin (1/6/2026).
Ia menuturkan, perjalanan haji merupakan pengalaman spiritual yang sangat berharga karena tidak hanya mengajarkan tata cara ibadah, tetapi juga membentuk karakter seorang Muslim yang lebih dekat kepada Allah Swt.
Menurutnya, kemabruran haji tidak berhenti ketika jamaah menyelesaikan seluruh rukun dan wajib haji. Justru setelah kembali ke Tanah Air, setiap jamaah dituntut untuk mempertahankan dan meningkatkan kualitas keimanan serta ketaatan yang telah ditempa selama berada di Tanah Suci.
“Haji boleh selesai, tetapi zikir, doa, dan ketaatan kepada Allah Swt tidak boleh selesai. Justru setelah pulang dari Tanah Suci, kita harus menjadi pribadi yang lebih istiqamah dalam beribadah dan menjalankan ajaran Islam,” katanya.
KH Uus menjelaskan, ibadah haji mengandung pelajaran besar tentang tauhid, kesabaran, rasa syukur, serta pembentukan akhlak mulia. Seluruh rangkaian ibadah yang dijalani jamaah, mulai dari ihram hingga puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina, merupakan proses pendidikan ruhani yang harus membekas dalam kehidupan sehari-hari.
“Haji membentuk tauhid yang kuat, melatih kesabaran dalam menghadapi berbagai ujian, menumbuhkan rasa syukur atas nikmat Allah, dan membiasakan akhlak yang baik kepada sesama,” ungkapnya.
Ia juga mengingatkan bahwa pakaian ihram yang dikenakan jemaah bukan sekadar busana ibadah, melainkan simbol yang sarat makna spiritual.
“Ihram yang kita pakai memiliki makna yang sangat sakral. Ia mengingatkan bahwa manusia akan kembali kepada Allah Swt. dalam keadaan yang sama, tanpa membawa jabatan, kekayaan, maupun kebanggaan duniawi,” ujarnya.
Menjelang kepulangan jemaah ke Indonesia, KH Uus turut memanjatkan doa agar seluruh jamaah senantiasa diberikan kesehatan, keselamatan, dan kemudahan dalam perjalanan pulang.
“Kami memohon maaf apabila selama membimbing jemaah terdapat kekurangan dan kekhilafan. Semoga Allah Swt. memberikan kesehatan dan keselamatan kepada seluruh jamaah hingga kembali ke Tanah Air serta menerima seluruh amal ibadah yang telah dilakukan dengan predikat haji yang mabrur,” pungkas KH Uus Muhammad Ruhiat.
Diketahui, jemaah haji khusus PT Karya Imtaq akan bertolak ke tanah air dari Bandar Udara King Abdul Aziz, Jeddah, Jumat 5 Juni 2026 dengan menggunakan pesawat Saudi Arabian nomor penerbangan SV 818.
BACA JUGA:Khutbah Arafah: KH Uus Muhammad Serukan Pesan Merajut Kesetaraan, Memuliakan Wanita, dan Membela Keadilan Ekonomi