Kabupaten Bandung, persis.or.id – Ketua Umum PP Persatuan Islam (PERSIS), KH. Dr. Jeje Zaenudin, M.Ag menegaskan bahwa pemuda memiliki peran strategis dalam menjawab tantangan dakwah yang semakin kompleks di era modern.
Hal itu disampaikan Ust. Jeje dalam sambutannya pada pembukaan Muktamar XIV PP Pemuda PERSIS yang digelar di Hotel Sutan Raja, Soreang, Kabupaten Bandung, Sabtu (25/4/2026).
Menurutnya, terdapat setidaknya empat tantangan utama yang dihadapi dalam dakwah saat ini, yakni pertarungan ideologi global yang bukan hanya dalam bentuk senjata tetapi melalui narasi, degradasi moral yang salah satunya ditandai dengan maraknya pornografi.
Selanjutnya, tantangan derasnya arus media sosial yang dapat memunculkan informasi keagamaan tanpa dasar ilmu yang kuat, serta disrupsi teknologi yang menuntut kecerdasan digital dari para pelaku dakwah.
Ia menegaskan bahwa kondisi tersebut menuntut hadirnya “prajurit-prajurit” dakwah baru, yakni generasi muda Islam yang memiliki kesiapan intelektual, spiritual, dan kemampuan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Dalam konteks tersebut, ia menilai Pemuda PERSIS memiliki posisi strategis sebagai bagian dari mata rantai perjuangan ulama Persatuan Islam sebagai organisasi dakwah yang berdiri berdiri sejak 1923.
“Pemuda PERSIS bukan hanya harapan PERSIS, tetapi juga harapan umat dan bangsa,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia pun menguraikan empat hal yang perlu diperkuat sebagai jawaban atas tantangan tersebut, yaitu identitas yang kokoh, visi global yang mampu membawa dakwah Pemuda PERSIS ke tingkat dunia, ruh gerakan yang menjaga aktivitas jamiyyah; peran sebagai pelayan umat, benteng akidah dan moral, serta keutuhan NKRI.
Sebagai penutup, Ust Jeje menguatkan pesan bahwa Muktamar bukan sekadar forum pergantian kepemimpinan, melainkan momentum pembaruan visi dan penyatuan energi gerakan.
“Muktamar ini adalah titik loncat Pemuda PERSIS di pentas global, dan titik lahirnya pemimpin masa depan,” pungkasnya.
[]
BACA JUGA:Muktamar XIV PP Pemuda PERSIS Teguhkan Kepemimpinan Kader Peradaban Menuju Visi Dakwah Global 2031