Taushiyah dari Lantai 4 Gedung PP PERSIS untuk Keutuhan Bangsa, Penegakkan Keadilan, dan Stabilitas Nasional

oleh -

•

07 November 2026 | 14:15

Ketua Umum Pimpinan Pusat Persatuan Islam (PP PERSIS), Dr. K.H. Jeje Zaenudin, M.Ag.

Oleh: Dr. C.R. Nurdin, M.I.Kom (Penasihat PW PERSIS Provinsi Banten)


Jamiyah Persatuan Islam(PERSIS), sebagai bagian dari komponen umat, memiliki tanggung jawab moral untuk turut menjaga kehidupan berbangsa dan bernegara berdasarkan nilai-nilai Islam, konstitusi, supremasi hukum, dan kemaslahatanbersama.


Ketua Umum Pimpinan Pusat Persatuan Islam (PP PERSIS), Dr. K.H. Jeje Zaenudin, M.Ag, menyampaikan hal itu, di ruang kerjanya, Jumat  (06/11/26),sebagai respon atas perkembangan situasi politik dan keamanan nasional, akhir-akhir ini.


Sehubungan dengan itu, dari lantai 4 Gedung PP PERSIS, Kota Bandung (Jawa Barat), tebitlah tujuh taushiyah, dalam surat bernomor 3086/JJ-C.3/PP/2026, tanggal 5 November 2026 M/25 Jumada Al-Ula 1448 H, ditandatangani oleh Ketua Umum Dr. K.H. Jeje Jaenudin, M.Ag. dan Sekretaris Umum Dr. H. Haris Muslim, Lc., M.Ag.


Ketujuh butir taushiyah yang ditujukan kepada warga jamiyah PERSIS dan masyarakat itu dikemas dalam judul “Taushiyah PP PERSIS Menjaga Keutuhan Bangsa, Menegakkan Keadilan, dan Memelihara Stabilitas Nasional”.


Terdiri dari (a) menjaga persatuan dan menghindari provokasi, (b) mengedepankan tabayyun dan tanggung jawab informasi, (c) mengembalikan persoalan strategis kepada otoritas dan mekanisme syura, (d) menegakkan supremasi hukum dan keadilan, (e) mengutamakan kepentingan nasional, (f) memperkuat kontrol sosial dan demokrasi yang bertanggung jawab, dan (g) memperkuat doa dan ketakwaan.


“PP PERSIS menyampaikan taushiyah ini sebagai wujud tanggung jawab keagamaan, moral, dan kebangsaan dalam menjaga keutuhan jamiyah, umat, dan bangsa,” kata Sekretaris Umum PP PERSIS, Dr. H. Harus Muslim, Lc., M.A.


Khusus untuk butir taushiyah ketujuh, berupa doa dan ketakwaan, PP PERSIS menganjurkan kepada warga jamiyah khusunya agar lebih banyak berdoa, “Allaahumma ashlih umuuranaa, wahdihim subula ar-rasyaadi wahfadz bilaadanaa mina al-fitani wa al-faudla, maa dzahara minhaa wa maa bathana”  (Ya, Allah, perbaikilah keadaan para pemimpin kami, bimbinglah mereka menuju jalan kebenaran, dan lindungilah negeri kami dari segala fitnah dan kekacauan, baik yang tampak maupun yang tersembunyi”

BACA JUGA:

Tausiyah Subuh di Merauke, Ketum PERSIS Tekankan Makna Persaudaraan Lintas Suku dan Agama

Reporter: - Editor: Fia Afifah Rahmah