القصص
AL-QA-SHASH
(CERITERA)
Surat ke 28: 88 Ayat
Diwahyukan di MAKKAH
JUZ 20
Ayat 20-42
﴿ وَجَاۤءَ رَجُلٌ مِّنْ اَقْصَى الْمَدِيْنَةِ يَسْعٰىۖ قَالَ يٰمُوْسٰٓى اِنَّ الْمَلَاَ يَأْتَمِرُوْنَ بِكَ لِيَقْتُلُوْكَ فَاخْرُجْ اِنِّيْ لَكَ مِنَ النّٰصِحِيْنَ ٢٠ ﴾
20. Dan datang seorang laki-laki dari ujung kota dengan berjalan cepat; ia berkata: “Hai Musa! Orang ramai sedang berembuk tentangmu, untuk hendak membunuhmu. Oleh itu, keluarlah! Sesungguhnya aku seorang dari yang jujur kepadamu.”
﴿ فَخَرَجَ مِنْهَا خَاۤىِٕفًا يَّتَرَقَّبُ ۖقَالَ رَبِّ نَجِّنِيْ مِنَ الْقَوْمِ الظّٰلِمِيْنَ ࣖ ٢١ ﴾
21. Maka keluarlah ia dari padanya2826) dalam keadaan takut, mengintip-mengintip. Ia berkata: “Hai Tuhanku! Selamatkanlah akan daku dari kaum yang zhalim itu.”
2826) Dari padanya: Dari negeri Mesir.
﴿ وَلَمَّا تَوَجَّهَ تِلْقَاۤءَ مَدْيَنَ قَالَ عَسٰى رَبِّيْٓ اَنْ يَّهْدِيَنِيْ سَوَاۤءَ السَّبِيْلِ ٢٢ ﴾
22. Dan tatkala ia menuju ke pihak Madyan,2827) ia berkata: “Mudah-mudahan Tuhanku tunjukkan kepadaku jalan yang lurus.”
2827) Madyan, nama negeri nabi Syu’aib, yang jauhnya dari Mesir kira-kira perjalanan delapan hari. Asal kalimah Madyan itu nama salah seorang dari anak-anak nabi Ibrahim.
﴿ وَلَمَّا وَرَدَ مَاۤءَ مَدْيَنَ وَجَدَ عَلَيْهِ اُمَّةً مِّنَ النَّاسِ يَسْقُوْنَ ەۖ وَوَجَدَ مِنْ دُوْنِهِمُ امْرَاَتَيْنِ تَذُوْدٰنِۚ قَالَ مَا خَطْبُكُمَا ۗقَالَتَا لَا نَسْقِيْ حَتّٰى يُصْدِرَ الرِّعَاۤءُ وَاَبُوْنَا شَيْخٌ كَبِيْرٌ ٢٣ ﴾
23. Dan tatkala ia sampai di mata air Madyan, ia dapati padanya segolongan manusia mengambil air;2828) dan ia dapati di antara mereka dua perempuan mengusir.2829) Ia berkata: “Apa maksud kamu?” mereka jawab: “Kami tidak bisa mengambil air hingga gembala-gembala itu berpisah, sedang bapa kami seorang tua yang berumur banyak.”
2828) Untuk memberi minum binatang-binatang ternak mereka.
2829) Mengusir: Mengusir binatang ternak mereka buat pulang lantaran tidak kuat berdesak-desak dengan laki-laki yang banyak.
﴿ فَسَقٰى لَهُمَا ثُمَّ تَوَلّٰىٓ اِلَى الظِّلِّ فَقَالَ رَبِّ اِنِّيْ لِمَآ اَنْزَلْتَ اِلَيَّ مِنْ خَيْرٍ فَقِيْرٌ ٢٤ ﴾
24. lalu ia ambilkan (air) untuk mereka berdua, kemudian ia berpaling ke tempat teduh, lalu berkata: “Hai Tuhanku! Sesungguhnya aku perlu kepada sesuatu yang Engkau turunkan kepadaku dari rezeki.”2830)
2830) Aku perlu kepada makanan untuk menutup kelaparan itu.
﴿ فَجَاۤءَتْهُ اِحْدٰىهُمَا تَمْشِيْ عَلَى اسْتِحْيَاۤءٍ ۖقَالَتْ اِنَّ اَبِيْ يَدْعُوْكَ لِيَجْزِيَكَ اَجْرَ مَا سَقَيْتَ لَنَاۗ فَلَمَّا جَاۤءَهٗ وَقَصَّ عَلَيْهِ الْقَصَصَۙ قَالَ لَا تَخَفْۗ نَجَوْتَ مِنَ الْقَوْمِ الظّٰلِمِيْنَ ٢٥ ﴾
25. Lalu datang kepadanya seorang dari dua permepuan itu berjalan dengan malu, ia berkata: “Sesungguhnya bapa kami memanggilmu untuk memberikan kepadamu upah pengambilanmu akan air untuk kami”. Tatkala ia datang2831) dan ceriterakan kejadian-kejadian, ia 2832) berkata: “Jangan engkau takut. Engkau telah selamat dari kaum yang zhalim itu”.
2831) Tatkala Musa datang kepada bapa perempuan-perempuan tadi, yaitu nabi Syu’aib.
2832) Ia: Nabi Syu’aib.
﴿ قَالَتْ اِحْدٰىهُمَا يٰٓاَبَتِ اسْتَأْجِرْهُ ۖاِنَّ خَيْرَ مَنِ اسْتَأْجَرْتَ الْقَوِيُّ الْاَمِيْنُ ٢٦ ﴾
26. Berkata seorang dari dua perempuan itu: “Hai bapa-ku! Mintalah dia jadi buruh, karena sesungguhnya sebaik-baik orang yang engkau minta jadi buruh itu ialah yang kuat, yang bisa dipercaya.”
﴿ قَالَ اِنِّيْٓ اُرِيْدُ اَنْ اُنْكِحَكَ اِحْدَى ابْنَتَيَّ هٰتَيْنِ عَلٰٓى اَنْ تَأْجُرَنِيْ ثَمٰنِيَ حِجَجٍۚ فَاِنْ اَتْمَمْتَ عَشْرًا فَمِنْ عِنْدِكَۚ وَمَآ اُرِيْدُ اَنْ اَشُقَّ عَلَيْكَۗ سَتَجِدُنِيْٓ اِنْ شَاۤءَ اللّٰهُ مِنَ الصّٰلِحِيْنَ ٢٧ ﴾
27. Ia berkata: “Sesungguhnya aku hendak kawinkanmu dengan seorang dari dua anakku ini atas (perjanjian) bahwa engkau jadi buruhku delapan tahun; tetapi jika engkau sempurnakan sepuluh, maka dari kemauanmu sendiri; dan aku tidak mau beratkan atasmu. Engkau akan buktikan daku, in syaa Allah, dari orang-orang baik”.
﴿ قَالَ ذٰلِكَ بَيْنِيْ وَبَيْنَكَۗ اَيَّمَا الْاَجَلَيْنِ قَضَيْتُ فَلَا عُدْوَانَ عَلَيَّ ۗوَاللّٰهُ عَلٰى مَا نَقُوْلُ وَكِيْلٌ ࣖ ٢٨ ﴾
28. Ia berkata: “Yang demikian itu (perjanjian) antaraku dan antaramu,2833) Mana saja dari dua tempo itu aku sempurnakan, maka tidak ada kezhaliman (menimpa) atasku;2834) dan Allah jadi saksi atas apa yang kita berkata”.2835)
2833) Yakni Musa sanggupi perjanjian itu.
2834) Maksudnya, kalau aku mau jadi buruh hanya delapan tahun saja tidak boleh aku dipaksa lebih dari itu.
2835) Kita berkata: Kita berjanji.
﴿ ۞ فَلَمَّا قَضٰى مُوْسَى الْاَجَلَ وَسَارَ بِاَهْلِهٖٓ اٰنَسَ مِنْ جَانِبِ الطُّوْرِ نَارًاۗ قَالَ لِاَهْلِهِ امْكُثُوْٓا اِنِّيْٓ اٰنَسْتُ نَارًا لَّعَلِّيْٓ اٰتِيْكُمْ مِّنْهَا بِخَبَرٍ اَوْ جَذْوَةٍ مِّنَ النَّارِ لَعَلَّكُمْ تَصْطَلُوْنَ ٢٩ ﴾
29. Maka tatkala Musa tellah sempurnakan tempo itu,2836) dan ia berjalan dengan istrinya, ia melihat api di pinggir gunung. Ia berkata kepada ahli rumahnya: “Tunggulah! Karena sesungguhnya aku melihat api; mudah-mudahan aku bisa bawa dari padanya kepada kamu satu khabar atau sedikit dari api supaya kamu bisa berhangat”.
2836) Tempo jadi buruh itu.
﴿ فَلَمَّآ اَتٰىهَا نُوْدِيَ مِنْ شَاطِئِ الْوَادِ الْاَيْمَنِ فِى الْبُقْعَةِ الْمُبٰرَكَةِ مِنَ الشَّجَرَةِ اَنْ يّٰمُوْسٰىٓ اِنِّيْٓ اَنَا اللّٰهُ رَبُّ الْعٰلَمِيْنَ ۙ ٣٠ ﴾
30. Maka tatkala ia datang kepada (api) itu, diseru dari pinggir lembah yang sebelah kanan di tempat yang diberkati dari pohon itu, bahwa “Hai Musa! Sesungguhnya Akulah Allah, Pengurus sekalian alam”.
﴿ وَاَنْ اَلْقِ عَصَاكَ ۗفَلَمَّا رَاٰهَا تَهْتَزُّ كَاَنَّهَا جَاۤنٌّ وَّلّٰى مُدْبِرًا وَّلَمْ يُعَقِّبْۗ يٰمُوْسٰىٓ اَقْبِلْ وَلَا تَخَفْۗ اِنَّكَ مِنَ الْاٰمِنِيْنَ ٣١ ﴾
31. “Dan” bahwa “hendaklah engkau campakkan tongkatmu”. Maka tatkala ia lihat dia bergerak seolah-olah ular, ia berpaling mundur dan tidak ia kembali. (diseru) : “Hai Musa! Datanglah kembali dan janganlah engkau takut; sesungguhnya engkau dari orang-orang yang aman”.
﴿ اُسْلُكْ يَدَكَ فِيْ جَيْبِكَ تَخْرُجْ بَيْضَاۤءَ مِنْ غَيْرِ سُوْۤءٍ ۖوَّاضْمُمْ اِلَيْكَ جَنَاحَكَ مِنَ الرَّهْبِ فَذٰنِكَ بُرْهَانٰنِ مِنْ رَّبِّكَ اِلٰى فِرْعَوْنَ وَمَلَا۟ىِٕهٖۗ اِنَّهُمْ كَانُوْا قَوْمًا فٰسِقِيْنَ ٣٢ ﴾
32. Masukkanlah tanganmu ke dalam sakumu, niscaya ia keluar dalam keadaan putih dengan tidak jelek;2837) dan pelukkanlah tanganmu kepada (badan)mu lantaran takut2838) Maka dua (perkara) itu dua mukjizat dari Tuhanmu kepada Fir’aun dan golongannya, karena sesungguhnya mereka itu kaum yang fasik”.
2837) Bukan putih sopak.
2838) Bila engkau sendiri takut melihat mukjizat yang Tuhan beri, maka peluklah badanmu sendiri dengan dua tanganmu, niscaya hilang ketakutan.
﴿ قَالَ رَبِّ اِنِّيْ قَتَلْتُ مِنْهُمْ نَفْسًا فَاَخَافُ اَنْ يَّقْتُلُوْنِ ٣٣ ﴾
33. Ia berkata: “Hai Tuhanku! Aku telah bunuh seorang dari mereka, maka aku takut mereka akan bunuhku”.
﴿ وَاَخِيْ هٰرُوْنُ هُوَ اَفْصَحُ مِنِّيْ لِسَانًا فَاَرْسِلْهُ مَعِيَ رِدْءًا يُّصَدِّقُنِيْٓ ۖاِنِّيْٓ اَخَافُ اَنْ يُّكَذِّبُوْنِ ٣٤ ﴾
34. “dan saudaraku, Harun, ia lebih fasih lidah dari padaku, maka utuslah dia besertaku sebagai pembantu yang membenarkanku. Sesungguhnya aku takut mereka akan mendustakanku”.
﴿ قَالَ سَنَشُدُّ عَضُدَكَ بِاَخِيْكَ وَنَجْعَلُ لَكُمَا سُلْطٰنًا فَلَا يَصِلُوْنَ اِلَيْكُمَا ۛبِاٰيٰتِنَا ۛ اَنْتُمَا وَمَنِ اتَّبَعَكُمَا الْغٰلِبُوْنَ ٣٥ ﴾
35. Ia berfirman: “Kami akan teguhkan lenganmu dengan saudaramu; dan Kami akan berikan kepada kamu berdua kekuasaan.2839) Maka mereka tidak akan bisa sampai kepada kamu. Lantaran ayat-ayat kami,2840) kamu berdua dan orang-orang yang mengikut kamulah yang akan menang”.
2839) Kekuasaan itu maksudnya penjagaan dari Tuhan atau kehebatan yang Tuhan letakkan di hati musuh terhadap kamu.
2840) Ayat-ayat Kami : Kekuasaan Kami, Mukjizat-mukjizat Kami dan sebagainya.
﴿ فَلَمَّا جَاۤءَهُمْ مُّوْسٰى بِاٰيٰتِنَا بَيِّنٰتٍ قَالُوْا مَا هٰذَآ اِلَّا سِحْرٌ مُّفْتَرًىۙ وَّمَا سَمِعْنَا بِهٰذَا فِيْٓ اٰبَاۤىِٕنَا الْاَوَّلِيْنَ ٣٦ ﴾
36. Maka tatkala Musa datang kepada mereka dengan ayat-ayat Kami2841) yang nyata, mereka berkata: “Ini tidak lain melainkan sihir yang dibikin; dan kami tidak dengar ini2842) di bapa-bapa kami yang terdahulu.
2841) Ayat-ayat Kami: Mukjizat-mukjizat Kami.
2842) Kami tidak pernah dengar seperti cara-cara agama Musa ini di riwayat datuk nenek kami.
﴿ وَقَالَ مُوْسٰى رَبِّيْٓ اَعْلَمُ بِمَنْ جَاۤءَ بِالْهُدٰى مِنْ عِنْدِهٖ وَمَنْ تَكُوْنُ لَهٗ عَاقِبَةُ الدَّارِۗ اِنَّهٗ لَا يُفْلِحُ الظّٰلِمُوْنَ ٣٧ ﴾
37. Dan Musa berkata: “Tuhanku lebih mengetahui orang yang membawa petunjuk dari pada-Nya dan orang yang mendapat akibat (baik di) Akhirat. Sesungguhnya tidak akan dapat kejayaan orang-orang yagn zhalim”.
﴿ وَقَالَ فِرْعَوْنُ يٰٓاَيُّهَا الْمَلَاُ مَا عَلِمْتُ لَكُمْ مِّنْ اِلٰهٍ غَيْرِيْۚ فَاَوْقِدْ لِيْ يٰهَامٰنُ عَلَى الطِّيْنِ فَاجْعَلْ لِّيْ صَرْحًا لَّعَلِّيْٓ اَطَّلِعُ اِلٰٓى اِلٰهِ مُوْسٰىۙ وَاِنِّيْ لَاَظُنُّهٗ مِنَ الْكٰذِبِيْنَ ٣٨ ﴾
38. Dan Fir’aun berkata: “Hai manusia! Aku tidak kenal buat kamu sebarang Tuhan selain dari padaku. Maka bakarkanlah bagiku bata, hai Haman!2843) lantas bikinlah bagiku menara, supaya aku naik kepada Tuhan bagi Musa, karena sesungguhnya aku sangka dia dari orang-orang yang berdusta”.2844)
2843) Haman itu menteri bagi Fir’aun.
2844) Perkataan Fir’aun itu bisa jadi sebagai ejekan terhadap orang yang percaya kepada Tuhan, dan bisa jadi juga ia hendak naik menara itu, lalu berkata kepada pengikut-pengikutnya: “Aku sudah lihat dari tempat yang begitu tinggi, tetapi tidak terlihat Tuhan bagi Musa.”
﴿ وَاسْتَكْبَرَ هُوَ وَجُنُوْدُهٗ فِى الْاَرْضِ بِغَيْرِ الْحَقِّ وَظَنُّوْٓا اَنَّهُمْ اِلَيْنَا لَا يُرْجَعُوْنَ ٣٩ ﴾
39. Dan ia dan tentaranya berlaku sombong di bumi dengan tidak benar, dan mereka sangka bahwa mereka tidak akan dikembalikan kepada Kami.
﴿ فَاَخَذْنٰهُ وَجُنُوْدَهٗ فَنَبَذْنٰهُمْ فِى الْيَمِّ ۚفَانْظُرْ كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الظّٰلِمِيْنَ ٤٠ ﴾
40. Lalu Kami ambil dia dan tentaranya, lantas Kami campakkan mereka di laut,2845) maka lihatlah bagaimana kesudahan orang-orang yang zhalim!
2845) Lihat Yunus, ayat 90; Thaha, ayat 77 dan 78
﴿ وَجَعَلْنٰهُمْ اَىِٕمَّةً يَّدْعُوْنَ اِلَى النَّارِۚ وَيَوْمَ الْقِيٰمَةِ لَا يُنْصَرُوْنَ ٤١ ﴾
41. Dan Kami jadikan mereka pemimpin-pemimpin yang mengajak ke neraka, dan pada hari Kiamat, mereka tidak akan ditolong.
﴿ وَاَتْبَعْنٰهُمْ فِيْ هٰذِهِ الدُّنْيَا لَعْنَةً ۚوَيَوْمَ الْقِيٰمَةِ هُمْ مِّنَ الْمَقْبُوْحِيْنَ ࣖ ٤٢ ﴾
42. Dan kami iringkan laknat buat mereka di dunia ini; dan di hari Kiamat, (adalah) mereka dari orang-orang yang dijelekkan.
BACA JUGA:Tafsir Al-Furqan Surat Al-Qasas Ayat 1-19