Komik A. Hassan Resmi Terbit, Kisah Sang Guru Utama PERSIS Hadir dalam Format Menarik

oleh Reporter

04 Agustus 2026 | 06:16

Gambar sampul komik A. Hassan yang masuk dalam seri pejuang muslim nusantara.

Jakarta, persis.or.id – Kisah guru utama Persatuan Islam (PERSIS), A. Hasan kini hadir dalam format baru berbentuk komik yang dirilis oleh penerbit Salsabila (Pustaka Al-Kautsar Grup).


Kisah A. Hassan masuk dalam Seri Ulama Pejuang Nusantara. Sebelumnya, Penerbit Salsabila juga sudah merilis komik Syaikh Ahmad Surkati, Mohammad Natsir, K.H. Ahmad Dahlan, dan tokoh ulama pejuang lainnya.


Terbitnya komik ini merupakan ikhtiar dari penerbit dalam memperkenalkan para ulama pejuang di negeri kepada masyarakat Indonesia, khususnya generasi muda.


Hal ini karena generasi hari ini banyak dianggap telah kehilangan sosok teladan dan kurang mengetahui sepak terjang para tokoh di negeri ini.


Sehingga, komik ini hadir sebagai upaya merawat ingatan sejarah perjuangan para ulama dan tokoh bangsa bagi generasi muda.


Hassan bin Ahmad atau lebih dikenal dengan A. Hassan, adalah salah satu dari tiga ulama pembaru (reformis) yang sangat terkenal di Indonesia. Dua nama lainnya adalah Ahmad Surkati (Al-Irsyad) dan Ahmad Dahlan (Muhammadiyah).


A. Hassan menyerukan umat untuk kembali kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah. Ia juga mengajak umat untuk tidak terjebak dalam kejumudan dan terperangkap dalam takhayul, bid’ah, dan khurafat.


A. Hassan yang dikenal sebagai guru utama organisasi PERSIS yang berdiri pada 1923 ini, adalah seorang ulama yang ahli dalam berdebat. Argumentasinya dikenal tajam dan bernas dalam menegakkan agama dan melawan penyimpangan akidah.


A. Hassan dikenal sebagai ulama yang tekun, mandiri, dan hidup sederhana. Ia berhasil mengkader para muridnya untuk menjadi pejuang dan tokoh besar.


Di antaranya adalah Mohammad Natsir (Perdana Menteri NKRI) dan K.H. Mohammad Isa Anshari (Tokoh Masyumi dan Ketua Front Anti Komunis).


Murid-murid Hassan lainnya, terutama yang tergabung dalam Jong Islamietend Bond (Perhimpunan Pemuda Islam), dikemudian hari banyak yang menjadi tokoh nasional dan founding fathers (bapak pendiri) negeri ini. Bahkan Presiden Sukarno pun, mengakui banyak belajar agama dengan A. Hassan.


“A. Hassan, bersama para tokoh pembaru lainnya seperti K.H. Ahmad Dahlan dan Syaikh Ahmad Surkati, layak untuk dijadikan teladan sebagai ulama yang gigih mengajak umat berpegang teguh pada Al-Qur’an dan As-Sunnah dan melawan segala bentuk pembodohan melalui takhayul, bid’ah dan khurafat,” kata Artawijaya, penulis komik ini.


“Peran A. Hassan dalam melahirkan tokoh sekelas Mohammad Natsir, yang di kemudian hari menjadi Perdana Menteri NKRI, juga harus diabadikan dalam sejarah bangsa ini,” tambahnya.


Karena itu, hadirnya komik A. Hassan ini diharapkan menjadi sarana merawat ingatan sejarah dan mendulang keteladanan para generasi muda dari sosok ulama besar yang memiliki karakter kuat dalam ketekunan, kemandirian, kesederhanan, dan ketajaman hujjah untuk melawan segala bentuk penodaan terhadap Islam.


[]

BACA JUGA:

Peletakan Batu Pertama Pesantren Persis di Kabupaten Buru: Langkah Awal Dakwah dan Pendidikan

Reporter: Reporter Editor: Fia Afifah Rahmah