Hadapi Keberangkatan Jamaah Haji 2026, Ini Pesan Kabidgar Bimhajum PP PERSIS

oleh Reporter Seeder

20 April 2026 | 13:55

Ketua Bidang Garapan (Kabidgar) Bimbingan Haji dan Umrah (Bimhajum) PP PERSIS, Ustaz H. Asep Ihsan Taufiq.

Bandung, persis.or.id - Jelang keberangkatan Jamaah Haji 2026, Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Pimpinan Pusat Persatuan Islam (PP PERSIS) mengimbau seluruh jamaah untuk mempersiapkan kondisi fisik dan mental secara optimal guna menunjang kelancaran ibadah di Tanah Suci.


Ketua Bidang Garapan (Kabidgar) Bimbingan Haji dan Umrah (Bimhajum) PP PERSIS, Ustaz H. Asep Ihsan Taufiq menegaskan, kesiapan kesehatan menjadi faktor utama dalam menentukan kualitas pelaksanaan ibadah haji. Hal tersebut disampaikannya saat dimintai keterangan, Senin (20/4/2026).


Ia menjelaskan, penyelenggaraan ibadah haji saat ini dihadapkan pada dinamika regulasi yang terus berubah, baik dari Pemerintah Arab Saudi maupun Pemerintah Indonesia.


“Perubahan tersebut, khususnya terkait pelaksanaan manasik, perlu disikapi secara bijak agar tujuan utama penyelenggaraan haji, yakni menjaga kualitas ibadah sekaligus keselamatan jamaah, dapat tercapai,” papar Ustaz H. Asep Ihsan.


Menurutnya, komitmen menjalankan ibadah haji sesuai tuntunan Al-Qur’an dan As-Sunah harus tetap menjadi landasan utama di tengah berbagai penyesuaian teknis di lapangan.


Ustaz H. Asep Ihsan menambahkan, kondisi demografis jamaah serta situasi di lapangan yang semakin padat menjadi tantangan tersendiri dalam meraih kemabruran haji.


Sejumlah skema pelaksanaan ibadah, seperti Tarwiyah, masih memungkinkan dilakukan meski tidak difasilitasi secara penuh oleh pemerintah.


Selain itu, jamaah juga harus mempersiapkan diri terhadap kemungkinan pelaksanaan Thawaf Ifadah pada 10 Dzulhijjah dengan berjalan kaki sejauh kurang lebih 20 kilometer, mulai dari Mina menuju Jamarat hingga Masjidil Haram, lalu kembali ke Mina.


Di sisi lain, skema seperti Murur (melintas di Muzdalifah) dan Tanazul (tidak mabit di Mina) juga perlu dipahami dengan baik serta disikapi secara bijak sesuai kondisi di lapangan.


Ustaz Asep menegaskan, jamaah yang dijadwalkan mulai berangkat pada 23 April 2026 harus memastikan kondisi tubuh tetap prima.


“Kesiapan fisik dan mental sangat penting karena rangkaian ibadah haji membutuhkan stamina dan ketahanan yang kuat,” ujarnya.


Untuk itu, jamaah diimbau melakukan langkah-langkah preventif, seperti rutin memeriksakan kesehatan, mengonsumsi makanan bergizi, serta menjaga pola istirahat.


Selain itu, vaksinasi meningitis dan polio wajib dilakukan minimal 14 hari sebelum keberangkatan.


Ia juga mendorong jamaah untuk membiasakan aktivitas fisik ringan, seperti berjalan kaki atau bersepeda santai selama 30 menit setiap hari guna meningkatkan daya tahan tubuh.


“Latihan ini penting untuk membangun stamina menghadapi aktivitas ibadah yang padat di Tanah Suci,” katanya.


Tak hanya fisik, kesiapan mental juga menjadi perhatian. Jamaah diimbau menjaga pikiran tetap positif dan menghindari stres agar kondisi batin tetap stabil selama menjalankan ibadah.


Lebih lanjut, Ia menekankan pentingnya konsep Istithaah kesehatan yang harus dipersiapkan sejak dini melalui penerapan gaya hidup sehat, mulai dari olahraga teratur, pola makan seimbang, hingga manajemen waktu istirahat yang baik.


“Dengan persiapan yang matang, PERSIS berharap jamaah haji 2026 dapat menjalankan ibadah secara maksimal, aman, dan lancar,” pungkasnya.


[]

BACA JUGA:

Tips Pelaksanaan Ibadah Haji (1)