HIMA PERSIS Dorong Restorasi Lanskap Regeneratif sebagai Jalan Keluar Krisis Longsor dan Banjir

oleh Redaksi

27 Januari 2026 | 11:16

Rizal Asad (Kepala Bidang Lingkungan Hidup PP HIMA PERSIS)

Oleh: Rizal Asad (Kepala Bidang Lingkungan Hidup PP HIMA PERSIS)


Himpunan Mahasiswa Persatuan Islam (HIMA PERSIS) menyampaikan duka dan keprihatinan yang mendalam atas bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia.


Di Jawa Barat, bencana tersebut berdampak serius di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Tingginya curah hujan telah memicu longsor dan banjir yang tidak hanya menyebabkan kerusakan lingkungan dan permukiman warga, tetapi juga menelan korban jiwa.


Bencana longsor dan banjir yang terjadi hari ini di sejumlah wilayah Indonesia termasuk Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat bukanlah peristiwa yang berdiri sendiri.


Sebelumnya, bencana serupa telah melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, meninggalkan luka ekologis dan kemanusiaan yang belum sepenuhnya pulih. Rangkaian peristiwa ini menegaskan bahwa krisis lingkungan yang dihadapi bangsa ini bersifat lintas wilayah dan saling terhubung.


Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat menjadi saksi bagaimana lanskap yang kehilangan daya dukungnya tidak lagi mampu menahan air dan tanah. Ketika hutan di hulu rusak oleh pihak yang serakah, daerah resapan menyempit, dan alur air alami diputus oleh kepentingan jangka pendek, hujan yang turun dengan intensitas tinggi berubah menjadi banjir dan longsor yang merenggut ruang hidup masyarakat.


Rentetan bencana ini kembali mengingatkan bahwa krisis iklim dan krisis lingkungan bukan lagi ancaman yang bersifat lokal atau sementara. Curah hujan yang tinggi memang menjadi pemicu, namun akar persoalannya jauh lebih dalam: rusaknya tata kelola ruang, degradasi kawasan hulu, hilangnya daerah resapan air, serta terputusnya hubungan ekologis antara tanah, air, dan lanskap kehidupan.


Terjadinya longsor dan banjir secara serentak di berbagai wilayah menunjukkan satu pola yang sama. Bencana tidak hadir sebagai peristiwa alam yang netral, melainkan sebagai akumulasi dari pilihan-pilihan pembangunan yang mengabaikan daya dukung lingkungan. Ketika lanskap kehilangan kemampuannya menyerap air dan menahan tanah, maka hujan yang seharusnya menjadi rahmat berubah menjadi masalah dan ancaman.


HIMA PERSIS menilai bahwa banjir dan longsor yang berulang bukanlah semata-mata bencana alam, melainkan dampak dari krisis lingkungan yang terjadi secara sistemik. Rusaknya tata kelola ruang, masifnya alih fungsi lahan, hilangnya daerah resapan air, serta lemahnya perlindungan kawasan hulu menjadi faktor utama yang memperparah risiko bencana di beberapa wilayah.

BACA JUGA:

Kekuatan Kita, Planet Kita: Seruan Hima PERSIS DKI Jakarta untuk Menyelamatkan Lingkungan Ibu Kota

Reporter: Redaksi Editor: Fia Afifah Rahmah