HIMA PERSIS Dorong Restorasi Lanskap Regeneratif sebagai Jalan Keluar Krisis Longsor dan Banjir

oleh Redaksi

27 Januari 2026 | 11:16

Rizal Asad (Kepala Bidang Lingkungan Hidup PP HIMA PERSIS)

Sebagai solusi yang lebih berkelanjutan, HIMA PERSIS mendorong penerapan restorasi lanskap skala luas dengan pendekatan regenerative landscape. Pendekatan ini menitikberatkan pada pemulihan fungsi ekologis tanah, air, dan vegetasi secara menyeluruh, dan mengembalikan biodiversitas yang utuh terutama di wilayah hulu dan daerah tangkapan air.


Restorasi lanskap regeneratif dapat dilakukan melalui berbagai metode yang selaras dengan alam, antara lain pembuatan terasering berbasis kontur untuk mengurangi erosi dan memperlambat aliran air, pembangunan irigasi alami dan sengkedan yang mengikuti bentuk lanskap, serta pembuatan kolam-kolam resapan sebagai ruang tampung air hujan.


Dengan cara ini, air hujan tidak langsung menjadi limpasan yang merusak, melainkan diserap dan dimanfaatkan kembali oleh tanah.


HIMA PERSIS menegaskan bahwa pendekatan tersebut sejalan dengan nilai-nilai permakultur, yang menekankan prinsip bekerja bersama alam, memulihkan ekosistem, dan membangun sistem yang berkelanjutan secara ekologis, sosial, dan ekonomi. Selain itu, restorasi lanskap juga merupakan upaya menghidupkan kembali kearifan lokal Nusantara yang telah lama terbukti mampu menjaga keseimbangan alam, seperti sistem terasering, sengkedan, dan pengelolaan air berbasis komunitas.


Menurut HIMA PERSIS, pemanfaatan teknologi tepat guna yang berakar pada pengetahuan lokal jauh lebih relevan dalam menjawab krisis banjir saat ini dibandingkan pendekatan pembangunan yang eksploitatif dan tidak berkelanjutan. Restorasi lanskap bukan hanya solusi teknis, tetapi juga bentuk tanggung jawab kolektif untuk melindungi kehidupan manusia dan makhluk lainnya.


“HIMA PERSIS memandang bahwa penyelesaian banjir harus dimulai dari akar masalah. Restorasi lanskap regeneratif adalah sebagai bentuk ikhtiar nyata untuk mengembalikan keseimbangan alam sekaligus menjalankan amanah sebagai khalifah di bumi.” Demikian pernyataan HIMA PERSIS.


HIMA PERSIS mengajak pemerintah pusat, pemerintah daerah, pemangku kebijakan, serta seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan bencana banjir di Bandung Barat sebagai momentum evaluasi menyeluruh terhadap arah pembangunan. Tanpa perubahan paradigma menuju pembangunan yang adil secara ekologis dan berkelanjutan, bencana serupa dikhawatirkan akan terus berulang dan mengancam keselamatan masyarakat di masa depan.


[]


DAFTAR PUSTAKA

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Data dan Informasi Bencana Hidrometeorologi di Indonesia. Jakarta: BNPB.

Capra, Fritjof. The Web of Life: A New Scientific Understanding of Living Systems. New York: Anchor Books, 1996.

Food and Agriculture Organization of the United Nations (FAO). Watershed Management and Flood Mitigation. Rome: FAO.

Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC). Climate Change 2022: Impacts, Adaptation, and Vulnerability. Geneva: IPCC.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia (KLHK). Status Lingkungan Hidup Indonesia. Jakarta: KLHK.

Mollison, Bill. Permaculture: A Designers’ Manual. Tyalgum: Tagari Publications, 1988.

Nasr, Seyyed Hossein. Man and Nature: The Spiritual Crisis of Modern Man. London: George Allen & Unwin, 1968.

Reed, Bill. “Shifting from Sustainability to Regeneration.” Building Research & Information 35, no. 6 (2007).

Rambo, A. Terry. Traditional Environmental Knowledge in Indonesia. Honolulu: East-West Center.

Soemarwoto, Otto. Ekologi, Lingkungan Hidup dan Pembangunan. Jakarta: Djambatan.

Al-Qur’an al-Karim.

BACA JUGA:

Dibiayai Pajak Rakyat, Aparat Justru Lindas Rakyat, HIMA PERSIS Angkat Suara

Reporter: Redaksi Editor: Fia Afifah Rahmah