Innalillahi! Keluarga Besar PERSIS Berduka, Ulama dan Cendekiawan Prof. KH. Maman Abdurrahman Wafat

oleh Henri Lukmanul Hakim

21 Juni 2026 | 17:25

Ketua Umum PP PERSIS masa jihad 2010–2015, Prof. KH. Maman Abdurrahman.

Bandung, persis.or.id - Keluarga Besar Pimpinan Pusat Persatuan Islam (PP PERSIS) berduka atas wafatnya Ketua Umum PP PERSIS masa jihad 2010–2015, Prof KH Maman Abdurrahman, pada Ahad (21/6/2026).


Alllahu yarham mengembuskan napas terakhir setelah menjalani perawatan akibat sakit di Rumah Sakit Muhammadiyah Bandung. Rencananya, jenazah akan dimakamkan di pemakaman keluarga di Desa Citeureup, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.


Ketua Umum PP PERSIS, Dr. KH. Jeje Zaenudin, M.Ag menyampaikan duka cita mendalam atas kepergian salah satu tokoh penting Persatuan Islam tersebut.


Menurutnya, almarhum telah memberikan kontribusi besar bagi jam'iyyah, umat, dan bangsa melalui berbagai bidang pengabdian.


"Kita sangat berduka dan merasa kehilangan. Allahu yarham, Prof KH Maman Abdurrahman telah memberikan banyak jasa bagi jam'iyyah PERSIS, perjuangan dakwah, serta penguatan umat, baik di lingkungan internal PERSIS maupun melalui kiprahnya di Majelis Ulama Indonesia," ujar KH Jeje.


Selain aktif dalam dakwah dan organisasi keumatan, almarhum juga dikenal sebagai akademisi yang memiliki dedikasi tinggi dalam dunia pendidikan.


Kiprahnya tercatat di Universitas Islam Bandung (Unisba) dan Universitas Persatuan Islam (UNIPI), yang dipimpinnya sebagai rektor pada periode 2018–2025.


Ustaz Jeje berharap, seluruh amal pengabdian almarhum diterima oleh Allah SWT dan menjadi amal saleh yang terus mengalir pahalanya.


"Semoga seluruh jasa dan pengabdian beliau diterima Allah SWT sebagai catatan amal saleh yang menjadi bekal terbaik di akhirat. Dan semoga spirit perjuangan Allahu yarham dapat terus kita kembangkan dan lanjutkan," katanya.


Sementara itu, Sekretaris Umum PP PERSIS, Dr KH Haris Muslim, menegaskan, wafatnya Prof KH Maman Abdurrahman merupakan kehilangan besar bagi umat Islam dan bangsa Indonesia.


"Kita kehilangan seorang ulama, cendekiawan, dan tokoh nasional. Beliau dikenal sebagai pribadi yang low profile, rendah hati, dan penuh keteladanan," ujar Ustaz Haris.


Menurutnya, hingga akhir hayatnya almarhum masih mengemban amanah sebagai Ketua Dewan Penasihat PP PERSIS. Dedikasi dan perhatiannya terhadap perkembangan organisasi tetap diberikan meski kondisi kesehatan menurun.


Prof. KH. Maman Abdurrahman dikenal sebagai salah satu tokoh penting dalam perjalanan Persatuan Islam. Pemikiran, keteladanan, dan pengabdiannya meninggalkan jejak yang kuat dalam pengembangan dakwah, pendidikan, serta pembinaan umat.


Kepergian Allahu yarham meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, civitas akademika, dan seluruh kader Persatuan Islam di berbagai daerah.


[]

BACA JUGA:

Tokoh Pendidikan PERSIS, Rahmah El Yunusiyah Dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional