Jelang Musyawarah Kerja, PD Pemuda PERSIS Kabupaten Bandung Lakukan Observasi ke 27 Pimpinan Cabang

oleh M Aditya Ramadan

05 Februari 2026 | 09:25

Kolase kunjungan PD Pemuda PERSIS Kabupaten Bandung ke berbagai PC di daerah tersebut.

Bandung, persis.or.id – Pimpinan Daerah (PD) Pemuda Persatuan Islam (PERSIS) Kabupaten Bandung melaksanakan kegiatan observasi organisasi ke 27 Pimpinan Cabang (PC) yang tersebar di seluruh wilayah di sana.


Kegiatan yang berlangsung selama 10 hari dari 25 Januari 2026 hingga 3 Februari 2026 ini menjadi bagian dari ikhtiar strategis organisasi dalam mempersiapkan agenda Musyawarah Kerja Daerah (Muskerda) yang akan datang.


Observasi tersebut dilaksanakan oleh tim dari tasykil PD Pemuda PERSIS Kabupaten Bandung yang terdiri dari Ustaz Bagas Sunda P dari PC Katapang selaku Bidgar Pendidikan.


Kemudian tiga orang utusan Bidgar Dakwah yakni Ustaz Abdullah Abdurrahman Nuralim dari PC Banjaran, Ustaz Ami Halimi dari PC Bojongsoang, dan Ustaz M. Aditya Ramadhan dari PC Margaasih.


Keempatnya turun langsung ke tingkat PC, melakukan dialog, pengamatan, serta pendataan terhadap dinamika organisasi di akar rumput.


Kunjungan ini difokuskan pada proses penghimpunan data faktual terkait kondisi internal cabang, potensi kader, program yang telah berjalan, tantangan dakwah dan pendidikan, hingga kebutuhan aktual yang dirasakan oleh masing-masing PC.


Dengan mendatangi langsung cabang-cabang, tim observasi tidak hanya mengandalkan laporan tertulis, tetapi juga menangkap realitas lapangan secara utuh melalui interaksi langsung dengan pengurus dan anggota.


Pelaksanaan observasi sebelum Muskerda ini sempat menimbulkan sejumlah pertanyaan dari berbagai pihak. Sebagian menilai bahwa langkah tersebut terkesan mendahului forum resmi perumusan program.


Namun, PD Pemuda PERSIS Kabupaten Bandung justru memandang observasi sebagai fondasi penting dalam proses perencanaan organisasi yang sehat dan bertanggung jawab.


Menurut tasykil PD Pemuda PERSIS Kabupaten Bandung, Muskerda idealnya tidak hanya menjadi ruang penyusunan program secara normative.


“Tetapi juga forum strategis yang dilandasi oleh data, analisis, dan pemetaan kebutuhan yang akurat,” jelas Ustaz M. Aditya Ramadhan.


Oleh karena itu, observasi yang dilakukan sebelum Muskerda menjadi instrumen utama untuk memastikan bahwa program yang akan dirumuskan benar-benar relevan, terukur, dan menjawab kebutuhan nyata pimpinan di tingkat cabang.


Data hasil observasi ini nantinya akan diolah dan dianalisis secara mendalam sebagai bahan pertimbangan dalam penyusunan arah kebijakan dan program kerja PD Pemuda PERSIS Kabupaten Bandung.


Dengan pendekatan berbasis data, diharapkan program yang lahir tidak bersifat seragam dan top-down, melainkan kontekstual, adaptif, dan berangkat dari aspirasi serta kondisi objektif cabang-cabang.


Langkah ini juga mencerminkan komitmen PD Pemuda PERSIS Kabupaten Bandung untuk membangun budaya organisasi yang partisipatif, transparan, dan responsif terhadap dinamika di bawah.


Cabang tidak hanya diposisikan sebagai pelaksana program, tetapi sebagai subjek utama yang kebutuhannya menjadi rujukan dalam perumusan kebijakan organisasi di tingkat daerah.


Melalui observasi menyeluruh ke 27 PC ini, PD Pemuda PERSIS Kabupaten Bandung berharap Muskerda mendatang mampu melahirkan program-program dakwah dan pendidikan yang lebih terarah, berdampak, serta berkesinambungan.


“Dengan perencanaan yang matang dan berbasis realitas lapangan, organisasi diharapkan semakin kokoh dalam menjalankan perannya sebagai wadah kaderisasi dan gerakan dakwah Pemuda PERSIS di Kabupaten Bandung,” paparnya.


[]

BACA JUGA:

PERSADA IX 2025: Ajang Konsolidasi dan Ukhuwah Pemuda PERSIS di Kabupaten Bandung