Banjaran, persis.or.id - Peresmian Madrasah Aliyah (MA)/Mu’allimin sekaligus Pelantikan Jajaran Mudir Pesantren Persatuan Islam (PPI) 282 Cileutik Masa Jihad 2026–2031 yang digelar pada Sabtu (1/8/2026) di Aula PPI 282 Cileutik, Kampung Cileutik, Desa Banjaran Wetan, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung penuh dengan semangat.
Hal ini berlandaskan pada pemikiran bahwa pendidikan merupakan jalan panjang dalam membangun peradaban. Dari ruang-ruang kelas dan lingkungan pesantren, lahir generasi yang kelak memikul amanah dakwah, ilmu, dan kepemimpinan umat.
Kegiatan tersebut menjadi momentum bersejarah bagi keluarga besar Pesantren Persatuan Islam (PPI) 282 Cileutik.
Selain menandai hadirnya jenjang pendidikan baru, acara ini juga menjadi awal estafet kepemimpinan baru yang diharapkan semakin memperkuat peran pesantren sebagai pusat kaderisasi umat melalui pendidikan yang berlandaskan Al-Qur'an dan As-Sunnah sesuai manhaj Persatuan Islam.
Peresmian Mu’allimin dilakukan oleh Bidang Tarbiyah Pimpinan Pusat Persatuan Islam (PP PERSIS), Dr. Tiar Anwar Bahtiar, M.Hum., sedangkan pelantikan jajaran mudir dipimpin oleh Bidang Tarbiyah Pimpinan Daerah (PD) PERSIS Kabupaten Bandung, Dr. Asep Nashrudin Farid, M.Pd.
Dalam prosesi pelantikan tersebut, Ahmad Kamiludin, S.Pd.I. dikukuhkan sebagai Mudir 'Am PPI 282 Cileutik. Ia didampingi Djedjen Sopari, A.Md. sebagai Mudir Mu’allimin serta Dikdik Wahyudin Ash-Shidiq, S.Pd.I. sebagai Mudir Tsanawiyah. Ketiganya akan mengemban amanah hingga berakhirnya Masa Jihad pada 1 Agustus 2031.
Pembukaan Mu’allimin menjadi langkah strategis dalam pengembangan layanan pendidikan PPI 282 Cileutik. Pada tahun pertama, jenjang baru tersebut telah membuka dua rombongan belajar sebagai embrio kaderisasi yang diharapkan terus berkembang.
Kehadirannya melengkapi jenjang Tsanawiyah yang saat ini membina sekitar 300 santri. Adapun nomor 282 merupakan nomor registrasi resmi yang ditetapkan PP PERSIS berdasarkan urutan pendaftaran satuan pendidikan di lingkungan PERSIS.
Ketua Pimpinan Cabang (PC) PERSIS Banjaran, H.D. Pandi, dalam sambutannya menegaskan bahwa berdirinya Mu’allimin bukan sekadar penambahan satuan pendidikan, melainkan bagian dari perjuangan dakwah melalui pendidikan.
Menurutnya, pesantren harus mampu melahirkan generasi yang kokoh akidahnya, luas ilmunya, mulia akhlaknya, serta siap mengemban amanah sebagai kader dan pemimpin umat.
“Keberhasilan pesantren merupakan tanggung jawab bersama yang harus dijaga oleh pengurus, para asatidz, orang tua, dan seluruh jamaah PERSIS,” tandasnya.
Pesan tersebut diperkuat oleh Bidang Tarbiyah PD PERSIS Kabupaten Bandung, Dr. Asep Nashrudin Farid, M.Pd. Ia menilai lahirnya Mu’allimin merupakan bagian dari upaya memperluas jaringan pendidikan PERSIS di Kabupaten Bandung sekaligus memperkuat sistem kaderisasi umat.
Dalam arahannya kepada jajaran mudir yang baru dilantik, Ia menegaskan bahwa kepemimpinan pesantren bukan sekadar menjalankan administrasi lembaga, melainkan memastikan seluruh proses pendidikan berlangsung secara efektif hingga melahirkan lulusan yang unggul.
Kepemimpinan mudir, menurutnya, merupakan penggerak utama yang menentukan arah dan kualitas sebuah pesantren.
Sementara itu, Bidang Tarbiyah PP PERSIS, Dr. Tiar Anwar Bahtiar, M.Hum., mengajak seluruh pengelola pesantren untuk memandang pembangunan pendidikan secara lebih mendasar.
Ia menegaskan bahwa kemajuan pendidikan tidak cukup diwujudkan melalui pembangunan fisik atau penambahan lembaga baru, tetapi harus dimulai dari pembangunan kualitas manusia yang mengelolanya.
"Investasi terbesar dalam pendidikan adalah peningkatan mutu guru dan tenaga kependidikan melalui pembinaan berkelanjutan, penguatan kurikulum, serta kesempatan studi lanjut bagi para asatiz,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, Dr. Tiar juga mengingatkan bahwa lembaga pendidikan berbasis masyarakat masih menghadapi tantangan dalam memperoleh dukungan pembiayaan yang proporsional.
Di tengah kondisi tersebut, Ia mendorong pesantren untuk terus memperkuat kemandirian, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, dan membangun tata kelola yang profesional agar tetap mampu melahirkan lulusan yang unggul, berkarakter, dan mampu menjawab tantangan zaman.
Mewakili jajaran pengelola pesantren, Mudir 'Am PPI 282 Cileutik yang baru dilantik, Ahmad Kamiludin, S.Pd.I., menyampaikan rasa syukur atas amanah yang dipercayakan kepadanya.
Ia berkomitmen menjadikan kepemimpinan sebagai ruang pengabdian untuk memperkuat nilai-nilai dasar PERSIS, meningkatkan mutu pendidikan, mengembangkan kompetensi para asatiz, serta membangun budaya kolaborasi di lingkungan pesantren.
Menurutnya, kemajuan PPI 282 Cileutik hanya dapat diwujudkan melalui sinergi antara pengurus, guru, santri, alumni, jamaah, dan masyarakat yang selama ini menjadi bagian dari perjalanan pesantren.
Rangkaian kegiatan tersebut menjadi momentum penegasan bahwa kaderisasi merupakan amanah yang harus terus dirawat melalui pendidikan yang bermutu, kepemimpinan yang visioner, dan kolaborasi seluruh elemen PERSIS.
[]
Kontributor: Herdiana
BACA JUGA:Santri PPI 282 Cileutik Luncurkan Buku Kedua Bersama Mahasiswa UPI