Bandung, persis.or.id - Pimpinan Pusat Persatuan Islam (PP PERSIS) merespons dinamika keamanan di kawasan Timur Tengah yang tengah mengalami eskalasi.
Salah satunya, PP PERSIS menyatakan dukungannya terhadap langkah mitigasi yang disiapkan pemerintah guna memastikan keselamatan jamaah haji Indonesia pada penyelenggaraan haji tahun 2026.
Ketua Bidang Dakwah PP PERSIS, Drs. KH. Uus Muhammad Ruhiyat menilai, langkah antisipatif pemerintah merupakan upaya penting untuk menjaga keamanan sekaligus menjamin kelancaran penyelenggaraan ibadah haji.
“PP PERSIS menilai, langkah antisipatif yang dilakukan pemerintah melalui Kementerian Haji dan Umrah merupakan upaya penting dalam menjaga keamanan sekaligus menjamin kelancaran penyelenggaraan ibadah haji,” kata Uus kepada persis.or.id, Jumat (6/3/2026).
Selain itu, PP PERSIS juga mengimbau agar para calon jamaah haji maupun umrah agar memperhatikan aspek keamanan perjalanan, termasuk dalam memilih maskapai penerbangan.
Menurutnya, jamaah yang menggunakan maskapai dengan rute transit sebaiknya mempertimbangkan kembali keberangkatannya, terutama jika jalur penerbangan melewati kawasan yang berpotensi terdampak situasi geopolitik.
“Kami mengimbau jamaah yang menggunakan maskapai transit untuk mempertimbangkan kembali rute penerbangannya, kecuali jika maskapai tersebut dinyatakan aman, baik untuk keberangkatan maupun kepulangan,” ujar Ustaz Uus.
Ia menambahkan, hingga saat ini penyelenggaraan umrah yang dilakukan oleh PT Karya Imtaq, travel resmi di lingkungan Jamiyyah PERSIS, masih berjalan lancar.
Sebab, maskapai yang dipilih menggunakan penerbangan langsung, sehingga tidak melalui rute transit yang berisiko.
“Alhamdulillah, hingga saat ini keberangkatan maupun kepulangan jemaah umrah melalui PT Karya Imtaq berjalan aman karena menggunakan maskapai Saudia dengan penerbangan langsung tanpa transit,” jelasnya.
Selain ikhtiar melalui persiapan teknis perjalanan, PP PERSIS juga mengajak umat Islam untuk memperbanyak doa, khususnya pada momentum bulan suci Ramadan kali ini.
Ustaz Uus menegaskan, doa memiliki kekuatan besar sebagai senjata bagi orang beriman. “Doa adalah senjata orang mukmin. Bagaimanapun situasi dunia, jika Allah menghendaki keadaan menjadi reda, maka tidak ada yang dapat menghalanginya,” ujarnya.
Selain itu, PP PERSIS juga menyampaikan keprihatinan atas konflik dan ketegangan yang terjadi di kawasan Timur Tengah.
Situasi tersebut dinilai berpotensi mengganggu ketenangan umat Islam yang tengah menjalankan ibadah Ramadan sekaligus mempersiapkan ibadah haji.
Meski demikian, PP PERSIS tetap optimistis penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah dapat berjalan lancar apabila seluruh pihak terus melakukan ikhtiar, memperkuat koordinasi, serta meningkatkan doa.
“Semoga, eskalasi ketegangan segera mereda sehingga pelaksanaan ibadah haji tahun ini dapat berjalan lancar tanpa hambatan, baik dalam keberangkatan maupun kepulangan jamaah,” harapnya.
Sementara itu, pemerintah melalui Kementerian Haji dan Umroh terus memperkuat koordinasi lintas sektor.
Hal ini dilakukan guna mengantisipasi dampak situasi geopolitik terhadap penyelenggaraan ibadah haji dan umrah, termasuk memastikan jalur penerbangan serta keamanan logistik jamaah tetap terjaga.
[]
BACA JUGA:Soal Larangan Masuk Makkah Jelang Haji 1446 H, PP PERSIS Imbau Umat Muslim Taati Peraturan Bentuk Taat Kepada Allah