Launching Madrasah Siyasah, PP PERSIS Dorong Kader Miliki Politik Cerdas dan Berintegritas

oleh Andri Ridwan Fauzi

18 Mei 2026 | 06:31

Ketua Umum PP PERSIS, Dr. KH. Jeje Zaenudin, M.Ag saat meresmikan program Madrasah Siyasah.

Bandung, persis.or.id — Pimpinan Pusat Persatuan Islam (PP PERSIS) resmi meluncurkan program Madrasah Siyasah sebagai upaya membangun kesadaran politik yang cerdas, berintegritas, dan berlandaskan nilai dakwah Islam.


Program ini dihadirkan untuk membekali kader jamiyyah dengan kemampuan politik, strategi kebijakan publik, serta pemahaman ketatanegaraan yang terstruktur dan evaluatif.


Ketua Bidang Garapan Siyasah dan Kebijakan Publik PP PERSIS, Dr. Muslim Mufti, M.Si, mengatakan banyak kader jamiyyah memiliki minat terjun ke dunia politik, namun belum memahami cara berpolitik yang tepat dan sesuai dengan nilai-nilai perjuangan organisasi.


“Madrasah Siyasah ini menjadi ikhtiar agar kader memiliki kemampuan akademis dan strategi politik yang baik, sekaligus memperkuat pemahaman kejamiyyahan,” ujarnya dalam peluncuran program tersebut.


Menurutnya, politik harus dipahami sebagai sarana dakwah dan jalan strategis untuk mencapai tujuan perjuangan umat. Ia menegaskan bahwa kekuasaan bukan sekadar alat kekuatan, melainkan amanah dari Allah yang harus dijalankan dalam misi kekhalifahan demi kemaslahatan umat.


Dalam konsep pembelajarannya, Madrasah Siyasah dirancang secara sistematis melalui pola pendidikan yang terstruktur dan evaluatif. Rekrutmen peserta dilakukan berbasis kompetensi, khususnya dalam bidang politik dan ketatanegaraan.


Selain itu, peserta juga akan dibekali pemahaman mengenai tantangan geopolitik dan domestik, termasuk perkembangan teknologi baru, industri kreatif, serta dinamika geopolitik strategis yang memengaruhi kehidupan berbangsa dan bernegara.


“Pembekalan ini juga bertujuan menyamakan visi tentang pentingnya clean government atau pemerintahan yang bersih dan berintegritas,” kata Muslim Mufti.


Ia menjelaskan, tujuan umum Madrasah Siyasah adalah meningkatkan kapasitas para pemimpin, simpatisan, dan kader PERSIS melalui penguatan kaderisasi dan basis perjuangan. Program ini juga diproyeksikan sebagai persiapan bagi kader yang akan menjadi pemilih aktif maupun pejabat publik di masa depan.


Sementara dalam jangka panjang, Madrasah Siyasah diharapkan mampu melahirkan pemimpin nasional, memperkuat benteng demokrasi, serta mendorong implementasi nilai-nilai hukum Islam dalam kehidupan bernegara.


Ketua Umum PP PERSIS, Dr. KH. Jeje Zaenudin, M.Ag., menekankan pentingnya menghubungkan nilai-nilai normatif Islam dengan realitas politik di lapangan. Menurutnya, selama ini terdapat kesenjangan antara idealisme politik Islam dan praktik politik yang terjadi di masyarakat.


“Ada gap antara idealisme dan realitas. Itu harus diatasi melalui strategi yang tepat. Siyasah menjadi jembatan dakwah untuk mendekatkan realitas dengan idealitas,” ungkapnya.


Ustaz Jeje menegaskan bahwa dalam sejarah Islam, dakwah dan siyasah tidak dapat dipisahkan. Ia menyebut Rasulullah SAW menjalankan politik kenabian (politik nubuwwah) sebagai bagian dari misi dakwah dan kepemimpinan umat.


“Mustahil Rasul tidak bersiyasah. Agama dan negara itu saudara kembar. Agama menjadi pondasi, sedangkan negara adalah penjaganya. Jika tidak punya pondasi akan hancur, dan jika tidak punya penjaga akan lemah,” katanya.


Namun demikian, Ia mengakui bahwa di lapangan sering muncul pertentangan antara agama dan negara. Bahkan, menurutnya, tidak sedikit penguasa yang memandang agama sebagai ancaman serta mempertentangkan ulama dengan umara.


Karena itu, melalui Madrasah Siyasah, PP PERSIS berharap lahir kader-kader politik yang mampu menghadirkan nilai Islam secara bijak, strategis, dan konstruktif dalam kehidupan kebangsaan.


[]

BACA JUGA:

PP PERSIS Usulkan Lembaga Filantropi untuk Palestina di Bawah Presiden

PP PERSIS Saat pelluncuran program Madrasah Siyasah.