Manfaatkan Lahan dari Sri Sultan, PW PERSIS DIY Kembangkan Lumbung Mataram Tanam Jagung Hibrida

oleh Henri Lukmanul Hakim

14 Juni 2026 | 10:20

Lahan jagung yang merupakan program ketahanan pangan dari PW PERSIS DIY, yakni Lumbung Mataram.

Yogyakarta, persis.or.id - Pimpinan Wilayah Persatuan Islam (PW PERSIS) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) terus mengembangkan program ketahanan pangan. Salah satunya melalui program Lumbung Mataram, dengan memanfaatkan sebidang lahan yang diberikan oleh Sri Sultan Hamengku Buwono.


Melalui program tersebut, PW PERSIS DIY menanam jagung hibrida sebagai bagian dari upaya memperkuat kemandirian pangan sekaligus mendukung program pemberdayaan ekonomi umat.


Ketua PW PERSIS DIY, Yusuf, menjelaskan, lahan yang dikelola saat ini baru memasuki masa panen pertama. Meski demikian, hasil yang diperoleh dinilai cukup menggembirakan dan memberikan optimisme untuk pengembangan program pada musim tanam berikutnya.


“Alhamdulillah, kami baru merasakan panen pertama dari jagung hibrida yang ditanam di lahan ini. Hasilnya cukup baik dan menjadi penyemangat bagi kami untuk terus mengembangkan program ketahanan pangan ini,” ujar Yusuf kepada persis.or.id, Kamis (11/6/2026).


Menurutnya, hasil panen jagung tersebut tidak dijual langsung ke pasar, melainkan digunakan sebagai bahan pasokan pakan untuk peternakan ayam yang menjadi bagian dari ekosistem program ketahanan pangan yang sedang dibangun.


“Jagung hasil panen, kami suplai untuk kebutuhan peternakan ayam. Selanjutnya, hasil ternak berupa telur akan dipasarkan dan sebagian diarahkan untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG),” katanya.


Yusuf menambahkan, pada musim tanam tahun ini pihaknya memproyeksikan dapat menghasilkan sekitar 20 ton jagung pipilan kering. Target tersebut diharapkan dapat memperkuat keberlanjutan program sekaligus memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.


“Kami optimistis, musim panen kali ini bisa menghasilkan sekitar 20 ton jagung pipilan kering. Jika target tersebut tercapai, manfaatnya akan semakin besar, baik untuk mendukung ketahanan pangan maupun program sosial yang kami jalankan,” ungkapnya.


Selain memberikan kontribusi terhadap sektor pangan, program Lumbung Mataram juga membuka peluang kerja bagi anggota jamaah dan masyarakat sekitar. Kehadiran program ini dinilai mampu menggerakkan ekonomi lokal sekaligus memperkuat semangat gotong royong di lingkungan umat.


“Kami sangat bersyukur dengan adanya program ini karena selain mendukung ketahanan pangan, juga bisa mengkaryakan dan memberdayakan jemaah di sekitar lokasi,” tutur Yusuf.


PW PERSIS DIY berharap, program ketahanan pangan berbasis pertanian dan peternakan tersebut dapat terus berkembang serta menjadi model pemberdayaan umat yang berkelanjutan di masa mendatang.


[]

BACA JUGA:

Jaulah Dakwah PP PERSIS ke Yogyakarta: Perkuat Silaturahim, Konsolidasi, dan Strategi Dakwah di DIY