Bandung, persis.or.id - Keluarga Besar Jam’iyyah Pimpinan Pusat Persatuan Islam (PP PERSIS) berduka atas wafatnya Ustaz Ismail Fajar Romdhon, sosok kader yang dikenal amanah dan penuh dedikasi.
Almarhum mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung pada Selasa, 27 Januari 2026, setelah menjalani perawatan akibat sakit yang dideritanya.
Kabar kepergian almarhum menyebar luas melalui berbagai grup WhatsApp internal PERSIS, serta media sosial PP PERSIS.
Ucapan belasungkawa dan doa mengalir dari berbagai kalangan, sebagai ungkapan kehilangan atas sosok pendidik, aktivis dakwah, dan penggerak jam’iyyah.
Sekretaris Umum PP PERSIS, Ustaz Dr. Haris Muslim, menyampaikan bahwa jam’iyyah sangat kehilangan kader yang aktif dan amanah tersebut.
“Kami, jemaah dan PP PERSIS, sangat kehilangan sosok yang aktif dan amanah,” ujarnya kepada persis.or.id, Rabu (28/1/2026).
Semasa hidupnya, almarhum dikenal sebagai pribadi yang tekun mengemban amanah. Ia pernah dipercaya menjabat sebagai Bendahara Umum PP Pemuda PERSIS masa jihad 2015–2020, serta Bendahara media resmi Persatuan Islam, persis.or.id.
Kepercayaan tersebut mencerminkan integritas dan sikap amanah yang melekat dalam diri almarhum semasa hidupnya.
“Ia juga tercatat pernah menjadi pengurus PP Pemuda PERSIS pada masa kepemimpinan Ustaz Tiar Anwar Baachtiar dan Ustaz Eka Permana (Allahu yarham),” tambah Ustaz Haris.
Di bidang pendidikan, pengabdian almarhum terwujud melalui perannya sebagai tenaga pengajar (asatidz) di Pesantren Persatuan Islam MI Baiturrahim Padalarang, tempat ia mengajar sejak 16 Juli 2006 hingga akhir hayatnya.
Selain itu, ia juga aktif mengajar di Pesantren Persatuan Islam 45 Rahayu, Kabupaten Bandung. “Serta dipercaya sebagai Sekretaris Asosiasi Guru PERSIS Pusat, yang menunjukkan komitmennya terhadap penguatan dunia pendidikan dan kaderisasi,” ucapnya.
Di bidang dakwah kreatif, almarhum meninggalkan jejak melalui perannya sebagai KH. Zamzam dalam film Cinta dan Sejarah produksi PP PERSIS.
Keaktifannya dalam Lembaga Beladiri Sulurhan juga memperlihatkan luasnya minat dan pengabdiannya dalam berbagai medan dakwah.
Ustaz Haris menjelaskan, dedikasi almarhum kepada Jam’iyyah PERSIS tercermin dari luasnya pergaulan dan penerimaan berbagai kalangan terhadap dirinya.
“Hal tersebut terlihat saat prosesi wafatnya, di mana banyak jamaah hadir untuk melayat, mensalatkan, serta mengantarkan almarhum hingga ke tempat peristirahatan terakhir,” imbuhnya.
Kepergiannya pada usia yang relatif muda menjadi kehilangan besar bagi jam’iyyah PERSIS. Namun, jejak pengabdian, keteladanan, dan amanah yang ditinggalkannya diharapkan menjadi amal jariyah.
Doa pun dipanjatkan agar keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kekuatan. Allahummaghfirlahu warhamhu, wa ‘afihi wa‘fu ‘anhu.
Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadahnya dan menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya.
[]
BACA JUGA:PP PERSIS Harapkan Peran Jurnalis Muslim Sajikan Informasi Berkualitas dan Objektif