PP PERSIS Gelar Dauroh Baca Kitab, Diikuti Lebih dari 140 Peserta

oleh Andri Ridwan Fauzi

07 Juni 2026 | 13:40

Peserta program Dauroh Baca Kitab PP PERSIS yang digelar secara daring.

Bandung, persis.or.id — Pimpinan Pusat Persatuan Islam (PP PERSIS) melalui Bidang Penerbitan dan Literasi bekerja sama dengan Dewan Hisbah resmi membuka program Dauroh Baca Kitab yang dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom.


Program yang dimulai pada Sabtu, 6 Juni 2026, ini mendapat sambutan luas dengan jumlah pendaftar mencapai lebih dari 140 orang dari berbagai daerah di Indonesia.


Kegiatan yang mengkaji kitab Subulus Salam ini dirancang untuk memperkuat kemampuan peserta dalam membaca, memahami, menerjemahkan, dan menganalisis kitab-kitab berbahasa Arab secara sistematis.


Pengajaran dalam program ini dipandu oleh Ustadz Makbul, yang bertugas di Sekretariat Dewan Hisbah PP PERSIS.


Acara pembukaan diawali dengan sambutan Ustadz Ginanjar Nugraha, M.Sy., Ketua Bidang Penerbitan dan Literasi PP PERSIS yang juga hadir sebagai perwakilan Dewan Hisbah.


Dalam sambutannya, Ia menyoroti pentingnya penguatan budaya literasi dan penguasaan kitab-kitab rujukan sebagai bagian dari upaya menjaga kesinambungan tradisi keilmuan Islam di lingkungan PERSIS.


Menurutnya, kemampuan membaca kitab secara langsung merupakan salah satu fondasi penting dalam pembinaan kader dan pengembangan kapasitas intelektual umat.


Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ustadz Dr. H. Ihsan Setiadi Latief, M.Si., Ketua Bidang Infokom PP PERSIS. Ia mengapresiasi terselenggaranya program tersebut sebagai bentuk investasi keilmuan jangka panjang yang dapat memperkuat kualitas sumber daya kader PERSIS.


“Kegiatan semacam ini dinilai relevan untuk menjawab kebutuhan akan lahirnya generasi yang mampu mengakses dan memahami khazanah keilmuan Islam dari sumber-sumber primer secara lebih mendalam,” ujarnya.


Acara pembukaan kemudian ditutup oleh Ketua Umum PP PERSIS, Ustadz Dr. H. Jeje Zaenuddin, M.Ag. Dalam arahannya, beliau menegaskan pentingnya menjaga tradisi belajar sebagai ciri khas Persatuan Islam.


Ia juga mengapresiasi penyelenggaraan pembelajaran secara daring sebagai bentuk adaptasi terhadap perkembangan zaman yang memungkinkan akses ilmu menjangkau lebih banyak peserta.


Selanjutnya, Ia berharap kegiatan Dauroh Baca Kitab ini menjadi program perdana yang membuka jalan bagi berbagai kajian dan program pembelajaran berkelanjutan di lingkungan PERSIS.


Program Dauroh Baca Kitab ini akan berlangsung selama dua bulan dengan total 16 kali pertemuan atau 32 jam pembelajaran. Kegiatan dilaksanakan secara daring setiap Sabtu dan Ahad pukul 06.00–08.00 WIB.


Jadwal tersebut dipilih untuk mengakomodasi peserta dari berbagai daerah, termasuk kawasan WITA dan WIT. Materi yang diberikan mencakup teori dan praktik membaca kitab, analisis nahwu dan sharaf, penerjemahan teks Arab, serta pemahaman ibarat kitab secara komprehensif.


Antusiasme peserta yang tercermin dari jumlah pendaftar yang melampaui 140 orang menunjukkan tingginya minat terhadap program penguatan literasi keislaman dan kajian turats di lingkungan PERSIS.


Penyelenggara berharap kegiatan ini dapat menjadi salah satu langkah strategis dalam memperkuat tradisi keilmuan Persatuan Islam sekaligus melahirkan kader-kader yang memiliki kemampuan membaca dan memahami kitab secara mandiri, kritis, dan bertanggung jawab secara ilmiah.


Kegiatan yang dimulai pada Sabtu, 6 Juni 2026 ini juga menjadi bagian dari ikhtiar berkelanjutan PP PERSIS dalam memperluas akses pembelajaran kitab bagi kader, anggota, dan masyarakat luas melalui pemanfaatan teknologi digital.


[]

BACA JUGA:

Pelatihan Dakwah Bil-Kitabah Santri PERSIS Al-Asma, Teguhkan Tradisi Literasi Islam