PP PERSIS Tetapkan Awal Ramadhan 1447 H Jatuh pada 19 Februari 2026

oleh Andri Ridwan Fauzi

20 Januari 2026 | 08:33

PP PERSIS Tetapkan Awal Ramadhan 1447 H Jatuh pada 19 Februari 2026

Bandung, persis.or.id — Pimpinan Pusat Persatuan Islam (PP PERSIS) resmi menetapkan awal Ramadhan 1447 Hijriah jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Penetapan ini didasarkan pada hasil hisab Dewan Hisab dan Rukyat PP PERSIS yang merujuk pada metodologi hisab imkan ru’yah dengan kriteria astronomi.


Ketetapan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Nomor 2317/JJ-C.3/PP/2026 tentang Awal Ramadhan, Syawwal, dan Dzulhijjah 1447 H/2026 M yang ditandatangani Ketua Umum PP PERSIS Dr. KH. Jeje Zaenudin, M.Ag dan Sekretaris Umum Dr. H. Haris Muslim, Lc., MA, tertanggal 20 Januari 2026.


Dalam edaran dijelaskan, ijtima akhir Sya’ban 1447 H terjadi pada Selasa, 17 Februari 2026 pukul 19.01 WIB. Namun, pada saat maghrib di wilayah Indonesia, posisi bulan masih berada di bawah kriteria imkan ru’yah sehingga secara hisab hilal belum memungkinkan untuk terlihat. Karena itu, 1 Ramadhan ditetapkan dua hari setelahnya.


Selain Ramadhan, PP PERSIS juga menetapkan 1 Syawwal 1447 H atau Idul Fitri jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026. Ijtima akhir Ramadhan terjadi pada Kamis, 19 Maret 2026 pagi, namun kondisi astronomis saat maghrib belum memenuhi kriteria terlihatnya hilal.


Sementara itu, untuk awal Dzulhijjah 1447 H, PP PERSIS menetapkan jatuh pada Senin, 18 Mei 2026, setelah ijtima akhir Dzulqa’dah pada Ahad, 17 Mei 2026 dini hari. Pada hari tersebut, posisi hilal dinilai telah memenuhi kriteria imkan ru’yah. Dengan demikian, Idul Adha 10 Dzulhijjah 1447 H bertepatan dengan Rabu, 27 Mei 2026.


PP PERSIS menyampaikan bahwa ketetapan ini dimaksudkan sebagai pedoman bagi seluruh jajaran jam’iyyah serta kaum Muslimin pada umumnya dalam menyambut dan melaksanakan ibadah Ramadhan, Idul Fitri, dan Idul Adha secara tertib dan terarah.


Surat edaran tersebut juga ditembuskan kepada Menteri Agama Republik Indonesia, Tim Hisab dan Rukyat Kemenag RI, serta Majelis Ulama Indonesia (MUI).

BACA JUGA:

Tips Sehat dan Bugar Saat Shaum Ramadhan