Waketum PP PERSIS Apresiasi Polri, Diklatsar Brigade Jadi Momentum Perkuat Persatuan Bangsa

oleh Henri Lukmanul Hakim

06 Juli 2026 | 17:53

Wakil Ketua Umum Pimpinan Pusat Persatuan Islam (PP PERSIS),Prof. Atip Latipulhayat.

Bogor, persis.or.id - Wakil Ketua Umum Pimpinan Pusat Persatuan Islam (PP PERSIS) yang juga menjabat sebagai Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Prof. Atip Latipulhayat, menyampaikan apresiasi kepada Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri).


Hal ini berkaitan dengan dukungan penuhnya dalam penyelenggaraan Pendidikan dan Latihan Dasar (Diklatsar) Brigade PP PERSIS di Satuan Latihan Brimob Polri, Cikeas, Bogor, Senin (6/7/2026).


Pernyataan tersebut disampaikan Prof. Atip dalam acara penutupan Diklatsar yang dihadiri Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo beserta jajaran, pengurus PP PERSIS, serta sekitar 1.000 peserta Brigade PERSIS dari berbagai daerah.


Dalam sambutannya, Prof. Atip menyampaikan rasa syukur sekaligus terima kasih atas fasilitasi yang diberikan Polri sehingga seluruh rangkaian pelatihan dapat terlaksana dengan baik.


"Yang pertama dan utama, saya menyampaikan terima kasih dan rasa syukur sebesar-besarnya kepada Bapak Kapolri beserta seluruh jajaran Polri yang telah memberikan fasilitas dan memfasilitasi hampir dari A sampai Z terselenggaranya Pendidikan dan Latihan Dasar Brigade PERSIS. Terima kasih atas dukungan yang luar biasa ini," ujar Prof. Atip.


Ia mengungkapkan, Brigade PERSIS telah berusia sekitar 25 tahun dan dirinya merupakan salah satu pendiri organisasi tersebut saat masih aktif memimpin PP Pemuda PERSIS.


Menurut Prof. Atip, lahirnya Brigade PERSIS dilandasi semangat untuk memperkuat peran organisasi dalam menjaga persatuan bangsa sekaligus mendukung tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).


Ia mengingatkan, PERSIS merupakan organisasi Islam yang telah berdiri sejak 1923, jauh sebelum Indonesia meraih kemerdekaan.


Karena itu, PERSIS memiliki tanggung jawab historis untuk terus berkontribusi dalam menjaga keutuhan bangsa.


"Persatuan Islam berdiri pada tahun 1923, jauh sebelum Republik Indonesia berdiri. Sebagai bagian dari elemen bangsa, kami memiliki kewajiban dan tanggung jawab untuk senantiasa memelihara persatuan dan kesatuan serta ikut menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat," katanya.


Prof. Atip menambahkan, sebagai organisasi dakwah, PERSIS tidak jarang menghadapi berbagai tantangan, baik berupa penyebaran paham yang bertentangan dengan nilai-nilai kebangsaan maupun gerakan yang berpotensi mengganggu eksistensi NKRI.


Karena itu, Ia menegaskan, kehadiran Brigade PERSIS menjadi bagian dari ikhtiar organisasi dalam membangun kader yang memiliki semangat pengabdian kepada agama sekaligus negara.


"Kami menyadari bahwa ancaman terhadap bangsa tidak selalu berbentuk fisik, tetapi juga dapat berupa pemikiran maupun gerakan yang bertentangan dengan eksistensi Negara Kesatuan Republik Indonesia. Karena itu, kami merasa memiliki tanggung jawab untuk mengambil bagian dalam menjaga bangsa ini," tegasnya.


Dalam kesempatan tersebut, Prof. Atip juga menjelaskan makna semboyan Brigade PERSIS yang mencerminkan kesiapan para anggotanya mengabdikan diri demi menjaga keutuhan negara.


"Brigade PERSIS memilih hidup mulia, atau bila diperlukan siap berkorban demi menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia," ujarnya.


Hal lain yang menjadi perhatian adalah keterlibatan anggota perempuan dalam Brigade PERSIS. Lebih lanjut, Prof. Atip menambahkan, keikutsertaan perempuan bukan sekadar simbol, tetapi merupakan wujud nyata kesetaraan dalam pengabdian.


"Di PERSIS kami tidak hanya berbicara tentang kesetaraan, tetapi langsung mempraktikkannya. Perempuan kami libatkan dengan tanggung jawab yang sama, bahkan memperoleh pelatihan yang sama sesuai perannya, sebagaimana dicontohkan pada masa Rasulullah SAW," katanya.


Di akhir sambutannya, Prof. Atip kembali menyampaikan penghargaan kepada Kapolri dan seluruh jajaran Polri atas sinergi yang telah terjalin selama pelaksanaan Diklatsar Brigade PERSIS.


Ia berharap, kerja sama tersebut dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak kader muda PERSIS yang memiliki karakter disiplin, cinta tanah air, serta siap berkontribusi bagi masyarakat, bangsa, dan negara.


"Sekali lagi kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Kapolri beserta seluruh jajaran Polri yang telah memfasilitasi pelatihan ini. Semoga sinergi yang baik ini terus terjalin dalam membentuk kader-kader yang siap mengabdi untuk umat, bangsa, dan negara," pungkasnya.


[]

BACA JUGA:

Wamendikdasmen Prof Atip Laltipulhayat, Dorong Santri dan Pelajar Seni Ikut Santri Film Festival 2025